Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Reading: Aher Peringati HAD di Situ Abidin
Share
Sign In
Notification
Latest News
Gebrak 2026 Vol.2, Belasan Peserta Adu Olahan Ikan Gabus Menuju Pasar Internasional
Pemerintahan
Menteri Nusron Ajak BPKAD dan IPPAT Se-Jateng Perkuat Sinergi Wujudkan Transformasi Layanan Pertanahan
Pemerintahan
Masyarakat Dapat Jadwal Ukur Tanah yang Lebih Jelas Berkat Layanan Pengukuran Terjadwal
Pemerintahan
PC DMI Kecamatan Tambun Selatan Masa Bakti 2026-2031 Resmi Dilantik
Pemerintahan
Kades Jayamukti Pastikan Lingkungan Tetap Bersih
Pemerintahan
Aa
Aa
Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Fakta Bekasi > Blog > Pemerintahan > Aher Peringati HAD di Situ Abidin

Aher Peringati HAD di Situ Abidin

admin Published 22/03/2018
Share
2 Min Read

Faktabekasi.com, BOJONGMANGU– Peringati Hari Air Dunia (HAD) ke 26 tingkat provinsi, digelar di Situ Abidin di Kp. Bedeng, Desa Karang Mulya, Kecamatan Bojongmangu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan penanaman 1500 bibit pohon dan penaburan 500 ribu bibit ikan di Stu Abidin, Kamis 22/3.

Dalam acara tersebut Ahmad Heryawan menanam pohon di antaranya, Pohon Tanjung, Vilusium, Sawo Kecik, Glodokan Tiang, Ketapang, Pulai, Sawo Landa, Lengsir, Damar, Gadog, Ketapang Kencana, Kesambi, Nagasari, Kepel Kayu Manis, Menteng dan Kupa.

“Penanaman sebagai upaya untuk menjaga agar kita disaat musim hujam debit air tinggi tidak terjadi banjir, karena ada hutan atau pohon yang melindungi, saat musim kemarau tidak kekeringan karena air berejalan normal,” kata dia.

Heryawan menyatakan, kondisi air di Jawa Barat harus mendapat perhatian serius. Meski memiliki banyak sungai yang mengaliri seluruh wilayah, anehnya, Jabar selalu kesulitan memeroleh air bersih. Perilaku manusia menjadi salah satu penyebab rusaknya kualitas air.

“Air itu punya hak untuk tidak dikotori dan kita punya kewajiba untuk tidak mengotori air, hingga aliran air dari mulai hulu, tengah hingga hilir semuanya bersih. Namun, realitanya, pembuangan ke sungai luar biasa dahsyatnya, dan manusia tidak merasa berdosa telah mengotori sungai,” kata Heryawan.

Dikatakan dia, saat ini masyarakat yang mengonsumsi air bersih hanya berkisar sekitar 73 persen. Kondisi itu yang memicu tingginya angka penyakit yang diderita masyarakat akibat air kotor.

“Hari ini baru 73 persen masyarakat mengonsumsi dan megakses air bersih, sisanya huallah hu alam. Akibatnya, angka kesakitan yang masuk puskemas dan rumah sakit gara-gara air kotor itu masih amat sangat tinggi,” tandasnya. (fb)

You Might Also Like

Gebrak 2026 Vol.2, Belasan Peserta Adu Olahan Ikan Gabus Menuju Pasar Internasional

Menteri Nusron Ajak BPKAD dan IPPAT Se-Jateng Perkuat Sinergi Wujudkan Transformasi Layanan Pertanahan

Masyarakat Dapat Jadwal Ukur Tanah yang Lebih Jelas Berkat Layanan Pengukuran Terjadwal

PC DMI Kecamatan Tambun Selatan Masa Bakti 2026-2031 Resmi Dilantik

Kades Jayamukti Pastikan Lingkungan Tetap Bersih

admin 22/03/2018
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article DPP IWO Jajaki Kerjasama Dengan BPJS Ketenagakerjaan
Next Article Kejari Kembali Tetapkan Tersangka Kredit Macet BTN Cikarang

Paling Banyak Dibaca

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Fakta Bekasi
Follow US

© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?