Jumat , 15 Oktober 2021
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda.

Syaiful Huda; Pengakatan Guru Honorer Bukan Seleksi

Facebooktwittergoogle_plusmail

 327 pembaca

Fakta Bekasi, CIKARANG PUSAT–Mecari tahu persoalan mengenai status guru honorer di Bekasi. Rombongan Panja Pengangkatan Guru dan Tenaga Kependidikan Komisi X DPR Ri sambangi Kabupaten Bekasi, Senin (15/3/2021).

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengatakan dalam kunjungan tersebut menyebutkan bahwa sebagaimana yang di ketahui bersama sejak Januari, Kemendikbud atas perstujuan Komisi X melaksanakan pendaftaran recruitment guru honorer menjadi pegawai P3K (Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja).

“Jadi Aparatur Sipil Negara itu ada dua jalur, yakni melalui jalur P3K dan PNS. Untuk kesempatan ini ada recruitment sebanyak 1 juta. Namun fakta dilapangan setelah pendaftaran di tutup berdasarkan laporan dari Kemendikbud dimana dari kuota 1 juta yang terisi baru sekitar 513 ribu,” ungkapnya di gedung balai rakyat DPRD Kabupaten Bekasi.

Jelas Legislator PKB, berarti masih ada sekitar 400 ribuan lagi yang belum terisi kuota ini. Salah satu faktor yang menjadi penyebab tidak tercapainya kuota diatas karena tidak adanya kejelasan mengenai skema pembiayaan.

“Teman-teman di Pemda merasa ini menjadi beban baru di APBD. Kalau anggaran APBD di pergunakan untuk pembiayaan ya untuk P3K, honorer, dan tunjangan nya tentu tidak akan sanggup,” kata dia

Untuk di Kabupaten Bekasi sendiri, papar Syaiful kebutuhan formasinya saja sebanyak 8000 dan akhirnya yang diajukan hanya 500. Kenapa bisa begitu? Karena Kemenpan RB meminta kesanggupan alokasi anggaran dari formasi 8000.

“Kalau caranya seperti itu, APBD Kabupaten Bekasi tidak akan sanggup untuk membiayai semua itu, meski Kemendikbud menyebutkan bahwa ini di biayai oleh APBN dan akhirnya hanya bisa diajukan 500 dari kuota formasi 8000 dan sudah pasti menjadi persoalan,” paparnya.

Maka dari itu, tambah Syaiful ini akan disampaikan dalam rapat menjadi rekomendasi panja pengangkatan guru dan tenaga honorer. Dan hal yang lain semangat di komisi X adalah pengangkatan bukan seleksi.

“Kalau pengangkatan masih ada potensi dimana guru yang sudah lama mengabdi, sedangkan melalui seleksi bisa kalah nanti guru tersebut. Skema pengangkatan akan sangat jelas nantinya penilaian yang dilakukan melalui pengabdian, tentunya ini yang sedang kami perjuangkan di Komisi X,” tandasnya. (FB)

Facebooktwittergoogle_plusmail