
Fakta Bekasi, CIKARANG BARAT–Menghadiri acara Musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tahun anggaran 2025 tingkat Kecamatan Cikarang Barat, pada Senin (29/1/2024), yang digelar di Room meeting Lt5 Hotel Grand Cikarang Cikarang Barat Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Cikarang Barat kritisi 7 dewan Dapil II.
Hal tersebut diungkapkan langsung Ketua DPK KNPI Cikarang Barat Yansen Manuel Nelwan atas tidak hadirnya satupun Dewan Dapil II saat Musrenbang tingkat Kecamatan Cikarang Barat.
“Saya mengkritisi para dewan sebagai wakil rakyat (Dewan Dapil II) yang tidak memberikan contoh yang baik, harusnya kita bisa berdiskusi, bersinergi dan berkolaborasi demi pembangunan di wilayah Kecamatan Cikarang Barat,” tegas Yansen usai menghadiri Musrenbang.
Yansen mengatakan, sangat kecewa dan menganggap selaku Dewan Dapil II sebagai badan legislatif mereka harusnya mampu memposisikan dirinya.
“Kami sangat kecewa, karena harusnya selaku badan legislatif mereka mampu memposisikan dirinya sebagaimana mestinya,” pungkasnya
Lebih lanjut, Ia mengatakan, Anggota Dewan seharusnya jadi garda terdepan dalam mengawal Aspirasi rakyat. “sangat menyayangkan sekali dari ketidak hadiran wakil rakyat DPRD yg seharusnya tupoksinya membawa aspirasi masyarakat Cikarang Barat sebagai dewan legislatif. Karena ketika berbicara terkait musrenbang, anggota dewan adalah Orang-orang yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam mengawal aspirasi masyarakat di tingkat desa/kelurahan, maupun kecamatan. Sebagaimana fungsi,” tegas Yansen Nelwan atau biasa disapa Asenk.
Menurut Yansen tidak hadirnya Dewan Dapil II pada Musrenbang sudah mencederai masyarakat dan anak muda Cikarang Barat. Maka dari itu dirinya meminta kepada Masyarakat khususnya Cikarang Barat agar ke depan pintar memilih Dewan Dapil.
“Maka perlu saya sampaikan jangan sampai salah memilih Caleg yang tidak amanah di kemudian hari, agar kita tidak menyesal, ” ajaknya. (***)