Fakta Bekasi, CIKARANG PUSAT – Politisi Partai Hanura Agus Nur Hermawan menduga terjadi tindak nepotisme dalam penerimaan pegawai baru Perumda Tirta Bhagasasi yang dilakukan Direktur Umum Daud Husin. Dugaan ini lantaran penerimaan pegawai baru berasal dari lingkungan sekitar direktur umum, bukan berasal dari hasil tes dan interview yang dilakukan sebelumnya. Sementara, calon pegawai yang sudah melakukan tes dan lulus, sampai saat ini tidak dipanggil.
“Ada beberapa yang saya tahu itu sudah ikut tes dan interview pada Desember 2025 lalu, bahkan sebelumnya juga ada. Tapi sampai saat ini tidak dipanggil. Justru malah menerima pegawai yang baru dites, dan belakangan diketahui adalah titipan-titipan dan orang yang berada di circle (sekeliling) Direktur Umum Daud Husin. Daud juga tidak mengindahkan moratorium Plt bupati,” kata Agus.
Ditambahkan, persoalan ini jelas sangat memperburuk citra perusahaan milik daerah ini. Calon-calon pegawai yang sudah mengikuti tes dan dinyatakan lulus dengan nilai baik, harus dikalahkan dengan orang-orang yang berasal dari kedekatan (nepotisme).
“Apa perlu saya minta memo dari seluruh anggota dewan untuk mempertanyakan ini? Ini sudah gak benar, bahkan yang saya dengar penerimaan pegawai yang dilakukan dirum tanpa diketahui direktur utama. Kok dirum seperti raja kecil di Perumda,” ungkapnya.
Sebelumnya, Pengamat Kebijakan Publik
Universitas Muhammadiyah Bekasi Karawang (UMBK), Hamludin menanggapi penerimaan puluhan pegawai baru Perumda Tirta Bhagasasi. Hamludin menilai, penerimaan pegawai baru perusahaan plat merah ini menandakan dua kemungkinan, yaitu kas keuangan perusahaan sehat atau adanya intervensi politik yang menitipkan keluarga (sanak saudara) bekerja.
Sekedar informasi, berdasarkan laporan laba rugi BUMD 31 Desember tahun 2024 dan 2023, laporan keuangan Perumda TB yang belum teraudit mencatat beban keuangan perusahaan sebesar Rp739 miliar lebih. Sementara pendapatan sebesar Rp733 miliar lebih, rugi hampir Rp6 miliar.
Mahasiswa Universitas Pelita Bangsa (UPB) Bagus Triarsa mempertanyakan penerimaan pegawai baru Perumda Tirta Bhagasasi. Bahkan diduga penerimaan pegawai baru tidak lepas dari titipan ‘orang kuat’ dan orang yang rela merogoh kantong lebih dalam agar bisa bekerja di ‘tempat basah’ ini.
Bagus juga menambahkan, penerimaan pegawai di perusahaan plat merah ini terus terjadi setiap tahunnya. Praktik penerimaan pegawai dengan cara transaksional sudah bukan lagi rahasia. Nilai nya pun cukup besar, antara Rp25-100 juta tergantung penempatan dan jenis pekerjaannya. (***)