Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Reading: Badan Karantina Pertanian Waspadai Bio-Terorism Via Jalur Pertanian
Share
Sign In
Notification
Latest News
Gila, ternyata Honor Dewas Perumda Tirta Bhagasasi melebihi Laba Perusahaan pada tahun 2025.
Pemerintahan
P3MD Kemendes Ingatkan Kades Terpilih di Bekasi: Jalankan Amanah secara Transparan dan Akuntabel
Pemerintahan
Gebrak 2026 Vol.2, Belasan Peserta Adu Olahan Ikan Gabus Menuju Pasar Internasional
Pemerintahan
Menteri Nusron Ajak BPKAD dan IPPAT Se-Jateng Perkuat Sinergi Wujudkan Transformasi Layanan Pertanahan
Pemerintahan
Masyarakat Dapat Jadwal Ukur Tanah yang Lebih Jelas Berkat Layanan Pengukuran Terjadwal
Pemerintahan
Aa
Aa
Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Fakta Bekasi > Blog > Pemerintahan > Badan Karantina Pertanian Waspadai Bio-Terorism Via Jalur Pertanian

Badan Karantina Pertanian Waspadai Bio-Terorism Via Jalur Pertanian

admin Published 09/07/2018
Share
3 Min Read

Fakta Bekasi, SETU– Memasuki era perdagangan bebas, kerawanan barang impor ilegal makin tinggi, termasuk penyebaran bio-terorism melalui jalur pertanian. Maka dari itu, Badan Karantina Pertanian melanjutkan perjanjian kerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) untuk mengawasi barang pertanian impor.

Kepala Badan Karantina Pertanian, Banun Harpini mengatakan, bentuk bio-terorism di antaranya masuknya penyakit melalui barang pertanian, baik pangan maupun hewan ternak. Ironisnya, dalam beberapa kasus, penyakit tersebut justru sengaja disebarkan untuk tujuan tertentu.

“Saat ini kami lebih fokus melakukan pengawasan atau medampingi importasi. Kenapa? Karena sekarang sudah era pasar besar, sudah era apa yang dinamakan bio-terorism,” kata dia usai menutup kegiatan Bulan Bakti Karantina Pertanian 2018 di Kecamatan Setu, Senin (9/7).

Produk pangan impor, kata Banun, sangat mudah dan memungkinkan dijadikan media untuk masuknya agen bio-terorism. Terlebih, masuknya agen bio-terorism itu sulit dideteksi karena tidak kasat mata. “Sebagai contoh masuknya antraks dan virus yang tidak kasat mata lainnya. Dan namanya bio-terorism bisa dilakukan dengan by design,” kata dia.

Salah satu bentuk bio-terorisme yang pernah ditangani, lanjut Banun, yakni masuknya narkoba. Barang haram tersebut dikirim bersamaan dengan produk pertanian. “Temuan ini kami dapatkan di salah satu kantor pos besar. Dari luar jeruk namun saat dicek di dalamnya ternyata narkoba. Ini yang kami temukan bersamaan melalui koordinasi dengan kepolisian,” ujar dia.

Meski demikian, kata Banun, pihaknya telah melakukan pengawasan ketat untuk menangkal masuknya virus melalui produk pangan. Sehingga tidak ditemukan kasus penyakit membahayakan, baik dari tanaman maupun hewan ternak.

“Untuk penyakit eksotis yang di Indonesia belum ada dan sulit pengendaliannya, tidak ditemukan. Contoh penyakit flu dan kuku, tidak ditemukan. Padahal, Indonesia juga terus memasukkan daging sapi impor dari negara yang notabene pernah terjangkit penyakit sapi gila. Tapi, kami melakukan analisis risiko yang sangat baik sehingga sampai sekarang kita tetap aman, bersyukur sampai sekarang masih bisa kita jaga,” ucap Banun.

Kendati sistem mitigasi telah berjalan, lanjut Banun, pengawasan terhadap keluar dan masuknya barang pertanian meski terus ditingkatkan. Pasalnya, saat ini Indonesia belum terlepas dari maraknya upaya penyelundupan pangan strategis seperti beras, bawang, daging, gula dan rempah-rempah.

“Kenapa pengawasan ini penting dan harus ditingkatkan, karena kita ini memiliki banyak pintu masuk, baik melalui pintu masuk yang resmi lewat bandara atau pelabuhan ataupun yang tidak resmi,” ucapnya.

Berdasarkan kasus yang ada, kerawanan penyelundupan terjadi di wilayah pantai timur Sumatera, perbatasan darat Kalimantan, Papau, Nusa Tenggara Timur. “Tapi, walaupun demikian Jawa pun cukup rawan. Apalagi seiring dengan dibukanya pintu baru seperti bandara berskala internasional di Jawa Barat (Kertajati) maupun pelabuhan baru. Maka dengan perpanjangan kerja sama dengan Polri ini, kami sangat berharap berbagai penyelundupan ini dapat dipangkas,” tutupnya. (fb)

You Might Also Like

Gila, ternyata Honor Dewas Perumda Tirta Bhagasasi melebihi Laba Perusahaan pada tahun 2025.

P3MD Kemendes Ingatkan Kades Terpilih di Bekasi: Jalankan Amanah secara Transparan dan Akuntabel

Gebrak 2026 Vol.2, Belasan Peserta Adu Olahan Ikan Gabus Menuju Pasar Internasional

Menteri Nusron Ajak BPKAD dan IPPAT Se-Jateng Perkuat Sinergi Wujudkan Transformasi Layanan Pertanahan

Masyarakat Dapat Jadwal Ukur Tanah yang Lebih Jelas Berkat Layanan Pengukuran Terjadwal

admin 09/07/2018
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Asian Games 2018, Stadion Wibawa Mukti Resmi Menjadi Tuan Rumah Grup D
Next Article Perbaikan Fasilitas Stadion Wibawa Mukti Hampir Rampung

Paling Banyak Dibaca

P3MD Kemendes Ingatkan Kades Terpilih di Bekasi: Jalankan Amanah secara Transparan dan Akuntabel
Pemerintahan 22/09/2026
Gila, ternyata Honor Dewas Perumda Tirta Bhagasasi melebihi Laba Perusahaan pada tahun 2025.
Pemerintahan 22/09/2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Fakta Bekasi
Follow US

© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?