Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Reading: WC Sultan, Bupati Panik
Share
Sign In
Notification
Latest News
Untuk Kepentingan Bangsa dan Negara, Menteri Nusron Sepakati Pencabutan HGU Seluas 85 Ribu Hektare di Atas Tanah Kemenhan
Pemerintahan
Arahan Wamen Ossy di Kantah Kabupaten Bandung: Kerja Sama untuk Hadirkan Layanan yang Murah, Cepat, dan Prudent
Bisnis
Buka Rakerda Kanwil BPN Provinsi Jawa Timur, Sekjen ATR/BPN Tekankan Disiplin Perencanaan Anggaran
Pemerintahan
Meikarta Terus Bertumbuh, Serah Terima Unit Konsisten Dorong Kepercayaan Penghuni dan Investor
Bisnis
Masyarakat Nilai Pelayanan Pertanahan Kementerian ATR/BPN Semakin Cepat dan Informatif
Pemerintahan
Aa
Aa
Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Fakta Bekasi > Blog > Pemerintahan > WC Sultan, Bupati Panik

WC Sultan, Bupati Panik

admin Published 17/03/2021
Share
2 Min Read

Fakta Bekasi, CIKARANG PUSAT- Terkait permasalahan tekhnis kegiatan pembuatan WC sultan senilai hampir Rp200 juta yang viral beberapa waktu lalu di Kabupaten Bekasi, dan kini sudah dalam pantauan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), GP Ansor Kabupaten Bekasi menilai ada kepanikan yang jelas terlihat pada Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja.

Ketua GP Ansor Kabupaten Bekasi Ahmad Tetuqo Taqiyuddin mengatakan, kasus wc sultan membuat kepanikan bupati, sehingga roda pemerintahan saat ini terkesan berjalan lambat dan terkesan tidak ada sosok pemangku kebijakan yang dapat mengelola pemerintahan daerah dengan baik.

“Kasus wc kan sudah diperiksa KPK, beberapa pejabat kepala dinas dan PPK dalam kegiatan wc sultan sudah diperiksa. Tentu saja ranah KPK bukan untuk sekelas kepala dinas atau PPK, tapi kepala daerah dan oknum anggota DPRD yang sangat mungkin terlibat,” ungkap pria yang lebih akrab disapa Ated ini.

Bahkan diketahui, kata Atet, wc sultan ini sudah direncanakan pada 2018 lalu namun tidak dilaksanakan karena beberapa alasan. Sampai akhirnya, pada APBD Perubahan 2020, mengatasnakan adaptasi hidup baru menghadapi tatap muka di sekolah, Pemkab Bekasi nekat merealisasikan wc sultan.

“Sejauh ini tidak ada proyek fisik dengan anggaran besar direalisasikan di APBD Perubahan. Hanya wc sultan ini yang nekat direalisasikan. Padahal urgensinya tidak ada. Kami melihat kegiatan ini merupakan pesanan bupati, itu sebabnya dia (bupati) panik,” terangnya.

Ditambahkan, kepanikan bupati semakin terlihat dengan lambatnya sistem pemerintahan yang ada saat ini. Penyerapan anggaran yang kecil tahun lalu ditambah banyaknya utang pekerjaan yang belum dibayarkan dan saat ini APBD pun belum disahkan.

“Saat ini bupati lebih terlihat menyelamatkan diri mencari alibi dibanding mengurus roda pemerintahan. Semuanya berjalan lambat dan carut marut,” ujarnya.

Atet menilai, bupati receh dan bupati aji mumpung kini tersemat di Eka Supria Atmaja. Hal ini didasari karena Eka lebih sibuk menimbun pundi kekayaan pribadi dibanding memperbaiki kesalahan bupati sebelumnya. Bahkan dari pekerjaan, Eka belum menunjukkan hasil kerjanya yang signifikan.

“Semua programnya (bupati) hanya kepentingan pribadi dan golongan. Dua kali tambah baik dalam slogannya jelas hanya slogan tanpa hasil,” kritiknya. (mot)

You Might Also Like

Untuk Kepentingan Bangsa dan Negara, Menteri Nusron Sepakati Pencabutan HGU Seluas 85 Ribu Hektare di Atas Tanah Kemenhan

Buka Rakerda Kanwil BPN Provinsi Jawa Timur, Sekjen ATR/BPN Tekankan Disiplin Perencanaan Anggaran

Masyarakat Nilai Pelayanan Pertanahan Kementerian ATR/BPN Semakin Cepat dan Informatif

Menteri Nusron: Pemerintah Kuasai Kembali Jutaan Hektare Kawasan Hutan dari Praktik Penyalahgunaan

Bahas Penyelesaian Permasalahan Tanah dalam Kawasan Hutan Bersama Tim Pansus DPR RI, Menteri Nusron: Tak Terlepas dari Reforma Agraria

admin 17/03/2021
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Dede Yusuf Tidak Mendengar Kader Kabupaten Bekasi Ke Deli Serdang 
Next Article Keluarkan Maklumat, Demokrat Jabar Acam Pidanakan Pengguna Atribut Ilegal

Paling Banyak Dibaca

Dugaan Korupsi TKD Desa Karang Baru, Dilaporkan Ke Kejari Cikarang
Hukum Pemerintahan 06/01/2026
Jababeka Jalin Sinergi Strategis dengan BCA pada Tahun 2025, Ratusan Unit Jababeka Bizpark Terjual
Bisnis 01/01/2026
Ketua IKA FH UPB Desak Kejari dan Inspektorat Audit Kepala Desa se-Kabupaten Bekasi
Hukum Pemerintahan 05/01/2026
WNA Diduga Perintahkan Puluhan Orang Rusak THM di Lippo Cikarang
Hukum 07/01/2026
Kasus TuPer DPRD Kabupaten Bekasi: LSM Tuding Kejati Jabar Tebang Pilih, 2 Tersangka Cuma Tumbal Perkara
Pemerintahan 05/01/2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Fakta Bekasi
Follow US

© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?