Senin , 6 Desember 2021
assesment bagi para pejabat esselon di lingkungan Kabupaten Bekasi.

Awas! Kebijakan Blunder Pj Bupati Bekasi

Facebooktwittergoogle_plusmail

 103 pembaca

Fakta Bekasi, CIKARANG PUSAT – Assesment yang dilakukan Badan Kepegawaian Pendidikan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Bekasi beberapa waktu lalu dinilai akan menjadi kebijakan blunder Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan untuk melakukan promosi dan mutasi. Sebab, jika hasil promosi mutasi tidak sesuai dengan assesment, maka akan menimbulkan ketidaksesuaian dengan misi Pj Bupati Bekasi yang menginginkan promosi mutasi tidak transaksional, transparan dan menempatkan pegawai sesuai dengan kemampuannya.

Beberapa pegawai yang mengikuti assesment beberapa waktu lalu bahkan diketahui tidak pernah mengikuti assesment namun mendapatkan promosi jabatan. Sementara beberapa pegawai lainnya yang justru mengikuti assesment sebelumnya malah tidak mendapatkan promosi.

Alumni GMNI Bekasi Bambang Hariyanto mengungkapkan, jika hasil assesment tahun ini tidak digunakan dengan baik oleh Pj Bupati Bekasi, maka akan terjadi blunder besar. Selain karena assesment tahun ini yang tidak jelas anggarannya, bahkan sampai mengajukan permohonan snack (makan minum) ke Bagian Umum senilai Rp150 jutaan, penempatan pegawai saat promosi mutasi juga akan menjadi sorotan.

“Jangan terpancing atau mendengar bisikan-bisikan yang justru malah membuat blunder. Dalam sepakbola, blunder bisa menjadi salah satu penyebab kekalahan,” terangnya.

Nama-nama pegawai yang belum mengikuti assesment seperti dr Lia (kepala Puskesmas Karangharja) , dr Kulman (bid Yankes Dinkes), dr Dalilah (Kepala Puskesmas Wanajaya) tidak mengikuti assesment untuk mendapatkan promosi jabatan. Kenapa Pj Bupati Bekasi tidak menyingkronkan hasil assesment tahun lalu?.

“Buat apa bikin assesment baru sementara hasil yang lama sudah ada. Jelas-jelas hasil assesment tahun lalu sudah ada bahkan menggunakan anggaran BKPPD. Apakah nanti hasil assesment tahun ini akan membuktikan pernyataan Pj Bupati atau malah sebaliknya,” kata Bambang.

Ditambahkan, pegawai-pegawai yang tidak mengikuti assesment namun mendapat promosi jabatan juga perlu disorot. Apakah para pegawai tersebut benar-benar mampu menduduki jabatan tersebut atau tidak.

“Apalagi, saat ini ada oknum eksternal dari pihak Pj Bupati Bekasi inisal IW dan AG yang masih berkeliaran untuk menjanjikan promosi mutasi pegawai. Blunder itu bisa karena kesalahan langkah sendiri atau kesalahan langkah dari sekelilingnya,” pungkasnya. (FB)

Facebooktwittergoogle_plusmail