Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Reading: Sepi Pengunjung, Festival Bekasi di Meikarta Mirip Pasar Hantu
Share
Sign In
Notification
Latest News
Lewat Etalase UMKM Lokal, Lippo Cikarang Dukung UMKM dan Kemandirian Ekonomi Lokal
Bisnis Pemerintahan
Gerindra Usul Pansus PAD, Soroti Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah Kab. Bekasi
Pemerintahan
Sampaikan Orasi Kebangsaan di Rakor Regional KAHMI, Menteri Nusron: Penting untuk Mengambil Keputusan secara Adil
Pemerintahan
Pembinaan di Kanwil BPN Provinsi Maluku Utara, Menteri Nusron: Tugas Saya sebagai Menteri adalah Memberikan Kepastian dan Harapan
Pemerintahan
Cegah Terjadinya Konflik Atas Tanah Keagamaan di Maluku Utara, Menteri Nusron Dorong Percepatan Sertipikasi
Pemerintahan
Aa
Aa
Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Fakta Bekasi > Blog > Pemerintahan > Sepi Pengunjung, Festival Bekasi di Meikarta Mirip Pasar Hantu

Sepi Pengunjung, Festival Bekasi di Meikarta Mirip Pasar Hantu

admin Published 16/08/2023
Share
3 Min Read
Postingan di Media Sosial.

Fakta Bekasi, KABUPATEN BEKASI–Festival Bekasi Makin Berani yang digelar Dinas Budaya Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bekasi di Central Park Meikarta, Lippo Cikarang, Cikarang Selatan sepi pengunjung. Hingga banyak pedagang yang berjualan gulung tikar.

Viral di media sosial (Facebook) Festival Bekasi dikaitkan mirip dengan pasar hantu, karena setiap malam sepi pengunjung dan tidak sesuai dengan harga sewa stand yang mencapai Rp2 hingga Rp3 jutaan.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi Himawan Abror mengatakan, seharusnya Festival Bekasi yang merupakan program Pemerintah Daerah (Pemda) dapat mensejahterakan masyarakat khususnya para pelaku UMKM.

“Ketika memang kegiatan tersebut menjadi program pemerintah, tujuannya demi mensejahterakan masyarakat terutama para pelaku UMKM, kalau memang itu dianggarkan pemerintah daerah, harus jelas dong dari segi biayanya, dari pengadaan stand, sewa lahan sampai keamanan dan lainnya,” jelasnya.

“Jadi para peserta yang mau berpartisipasi tentunya harus lebih ringan untuk biaya sewa stand mereka,” sambung Tole sapaan akrab Himawan Abror.

Polisi dari partai PPP ini menambahkan, jika acara Festival Bekasi tidak dianggarkan oleh Pemda Bekasi seharusnya pihak panitia melihat terlebih dahulu lokasi. Apakah dengan diadakan di Meikarta pengunjung bakal ramai dengan biaya sewa yang begitu mahal.

“Kalau memang betul ada biaya sewa sampai segitu, temen-temen juga perlu mempertanyakan. Apakah sewa yang relatif mahal mereka (pelaksana) punya perhitungan dan analisa yang jelas sebelum itu dijadikan acuan. Sepengetahuan saya kan Meikarta itu jauh dari pemukiman penduduk, yang dampaknya pasti sepi pengunjung ini kan kasian pedagang, menurut saya seharusnya Pemda dalam pelaksanaan ini harus berpihak kepada kawan-kawan pelaku UMKM,” jelas dia.

Menurutnya, jika pengunjung festival Bekasi sepi, maka pelaksana kegiatan sebaiknya mengembalikan sewa stand kepada para peserta. Hal ini untuk meringankan peserta dari harga sewa yang mahal dan tidak adanya pemasukan yang menguntungkan peserta.

“Kalau memang sepi, harga sewa standnya kan bisa dikurangi. Jangan sampai malah merugikan pelaku UMKM dan pelaksana mendapat untung sari harga sewa. Pelaksana juga harus bertanggungjawab karena menjanjikan peserta bahwa acaranya akan ramai meski kenyataannya sepi pengunjung. Jangan cuma asal nyari untung,” tandasnya. (***)

You Might Also Like

Lewat Etalase UMKM Lokal, Lippo Cikarang Dukung UMKM dan Kemandirian Ekonomi Lokal

Gerindra Usul Pansus PAD, Soroti Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah Kab. Bekasi

Sampaikan Orasi Kebangsaan di Rakor Regional KAHMI, Menteri Nusron: Penting untuk Mengambil Keputusan secara Adil

Pembinaan di Kanwil BPN Provinsi Maluku Utara, Menteri Nusron: Tugas Saya sebagai Menteri adalah Memberikan Kepastian dan Harapan

Cegah Terjadinya Konflik Atas Tanah Keagamaan di Maluku Utara, Menteri Nusron Dorong Percepatan Sertipikasi

admin 16/08/2023
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Sambut Hari Jadi Kab. Bekasi Ke 73 dan HUT RI Ke 78. Desa Muktiwari Adakan Lomba Gerak Jalan
Next Article Pengurus Karang Taruna Kab. Bekasi Ikuti Upacara HUT RI ke-78

Paling Banyak Dibaca

Membludak, Puluhan Ribu Orang Kunjungi Jababeka di Event Sakura Matsuri 2025
Bisnis 30/07/2025
Luncurkan Pelatihan Macrame, Lippo Cikarang Dukung Penuh UMKM Kabupaten Bekasi
Bisnis Pemerintahan 30/07/2025
Menteri Nusron Tegaskan Target Sertipikasi Wakaf hingga 2028
Pemerintahan 06/08/2025
Tumbangkan Lawan Tangguh, Mandala Raih 2 Medali Perunggu Copa Da Indonesia 2025
Olahraga 09/08/2025
Menteri ATR/BPN: Rumah dan Sekolah Harus Dibangun Tanpa Korbankan Sawah
Pemerintahan 07/08/2025
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Fakta Bekasi
Follow US

© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?