Cikarang Pusat, Fakta Bekasi – Batching Plant yang ada di Desa Jayamukti, Cikarang Pusat kerap merepotkan warga karena debu yang dihasilkan sangat tebal dan mengganggu pernapasan warga sekitar. Belum lagi, saat truk-truk melintas, debu dari pabrik semen tersebut mengotori pemukiman sekitar.
Kepala Desa Jayamukti, Iwan mengatakan bahwa keberadaan batching plant memang memberikan dampak ekonomi yang baik, tapi disisi lain juga membawa dampak negatif. Lingkungan sekitar sangat terganggu dengan debu yang dihasilkan. Iwan memastikan dirinya bersama perangkat desa berkomitmen utk terus menjaga lingkungan tetap bersih.
“Kami tidak ingin ekonomi terhambat, tapi kami juga tidak ingin warga sakit dan lingkungan kami menjadi kotor. Solusi untuk menjaga kebersihan lingkungan terus kami pikirkan,” terangnya.
Ditambahkan, pihaknya bersama perusahaan batching plant telah membuat kesepakatan dan komitmen bersama untuk menjaga lingkungan. Caranya, batching plant bertanggungjawab membersihkan debu hasil produksinya yang berceceran di jalan dengan cara menyirami jalanan per tiga hari.
“Penyiraman jalanan sudah dilakukan sebagai solusi jangka pendek menangani polusi debu. Per tiga hari sekali, penyiraman terus dilakukan agar lingkungan sekitar bersih dari debu,” ucap Kades yang akrab disapa Iwan Gepeng ini.
Kedepannya, Iwan juga berharap perusahaan-perusahaan yang ada di Jayamukti bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan agar tidak ada warga yang dirugikan. Desa Jayamukti tidak menutup pintu untuk membuka investasi lapangan pekerjaan dengan berdirinya perusahaan, tapi juga tidak boleh mencemari lingkungan.
“Intinya sama-sama jaga lingkungan, jaga alam. Kalau itu dijaga, alam dan lingkungan juga akan menjaga kita,” tutupnya.