Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Reading: Sidarto: Kita Harus Bangga Indonesia Sebagai Wadah Keberagaman Manusia
Share
Sign In
Notification
Latest News
Gebrak 2026 Vol.2, Belasan Peserta Adu Olahan Ikan Gabus Menuju Pasar Internasional
Pemerintahan
Menteri Nusron Ajak BPKAD dan IPPAT Se-Jateng Perkuat Sinergi Wujudkan Transformasi Layanan Pertanahan
Pemerintahan
Masyarakat Dapat Jadwal Ukur Tanah yang Lebih Jelas Berkat Layanan Pengukuran Terjadwal
Pemerintahan
PC DMI Kecamatan Tambun Selatan Masa Bakti 2026-2031 Resmi Dilantik
Pemerintahan
Kades Jayamukti Pastikan Lingkungan Tetap Bersih
Pemerintahan
Aa
Aa
Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Fakta Bekasi > Blog > Hukum > Sidarto: Kita Harus Bangga Indonesia Sebagai Wadah Keberagaman Manusia

Sidarto: Kita Harus Bangga Indonesia Sebagai Wadah Keberagaman Manusia

admin Published 02/06/2018
Share
3 Min Read

Fakta Bekasi, KARANGBAHAGIA–Wantimpres Pokja Toleransi, Irjen Pol. Drs. Romo Sidarto Danusubroto, bangsa Indonesia harus bangga dan bersyukur karena Tuhan mempercayakan Indonesia sebagai wadah dari super-keberagaman manusia, baik bahasa, etnis, budaya, bahkan agama. Tinggal bagaimana bisa membuktikan kepada Tuhan bahwa titipan keberagaman seperti ini mampu dijaga dan rawat dalam bingkai NKRI.

“Perbedaan yang ada ini tak perlu dilebur menjadi satu, tak boleh ada pemaksaan terhadap pihak-pihak yang berbeda untuk menjadi satu dalam keseragaman karena bangsa ini terbentuk dari keanekaragaman warna kebhinnekaan. Sebagai bangsa yang besar, justru inilah modal dasar yang tak ternilai,” kata dia.

Masyarakat Indonesia yang majemuk dengan dinamika sosialnya tersebut dapat menjadi energi sosial yang konstruktif, yang apabila dipererat dengan nilai persatuan akan menjadi kekuatan.

Selama ini, lanjut Sidarto, orang seringkali lupa bahwa negara ini dapat bertahan selama 73 tahun karena pendiri bangsa secara bijak menyepakati Pancasila sebagai dasar negara, yaitu negara kebangsaan, negara berketuhanan, negara yang pro-keberagaman.

Baca juga: GP Ansor Kab. Bekasi Gelar Silaturahmi Tokoh Lintas Agama

“Banyak contoh dilain negara yang berdasarkan agama rawan mengalami konflik horizontal maupun konflik vertikal. Banyak negara-negara di Timur Tengah yang sekarang mengalami konflik ingin belajar dari Indonesia, sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam namun tetap compatible dengan sistem demokrasi,” jelas Sidarto.

Indonesia, sambung Sidarto, punya Pancasila sebagai dasar negara. Bangsa ini memerlukan panduan hidup untuk mengenal dan meyakini keberadaan Tuhan. Dengan mengenali dan meyakini keberadaan Tuhan, kehidupan bangsa ini diharapkan tumbuh mengikuti sifat-sifat ketuhanan yang penuh kasih sayang, berlandaskan kecerdasan spiritual.

“Pancasila merupakan norma dasar kita bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta pedoman satu-satunya dalam mendesain, menjalankan, dan mengelola secara berkesinambungan,” terangnya.

Saat ini, isu ekstrimisme dan radikalisme kian mengkhawatirkan. Hoax dan ujaran kebencian memenuhi media sosial yang berisi himbauan bernada provokasi dan hasutan berbasis SARA, yang dapat menimbulkan macam-macam potensi kegentingan, terutama kegentingan dalam kerukunan antar umat beragama di republik yang tegak di atas falsafah Bhinneka Tunggal Ika ini.

INTOLERANSI

Intoleransi memang tidak serta-merta agresif dan merusak, mulai dari mempersoalkan pengucapan hari raya bagi yang tidak seiman, pemilihan ketua RT yang harus dari agama tertentu dan hal-hal kecil yang mungkin kita anggap remeh lainnya. Namun perlu dicatat bahwa intoleransi adalah hulu dari radikalisme yang dapat berpotensi menjadi terorisme.

Intoleransi adalah bahaya laten yang bisa sewaktu-waktu meledak apabila tidak ditangani serius sejak awal. Situasi semacam ini tentunya sangat berbahaya dan harus kita waspadai bersama,”

Agama harus mampu memberikan nilai luhur kepada negara, dan negara melindungi agama baik mayoritas maupun minoritas. Diperlukan adanya kesepakatan dan konsep yang matang dalam membina keharmonisan kehidupan beragama di Indonesia untuk menghindari gesekan-gesekan dalam masyarakat.

Pancasila sebagai living ideology dan working ideology harus terus dinyalakan kembali semangatnya. Perlu pendekatan secara kultural maupun edukatif untuk terus membangkitkan dan membumikan kembali Pancasila terutama kepada generasi muda. (mot)

You Might Also Like

Gebrak 2026 Vol.2, Belasan Peserta Adu Olahan Ikan Gabus Menuju Pasar Internasional

Menteri Nusron Ajak BPKAD dan IPPAT Se-Jateng Perkuat Sinergi Wujudkan Transformasi Layanan Pertanahan

Masyarakat Dapat Jadwal Ukur Tanah yang Lebih Jelas Berkat Layanan Pengukuran Terjadwal

PC DMI Kecamatan Tambun Selatan Masa Bakti 2026-2031 Resmi Dilantik

Kades Jayamukti Pastikan Lingkungan Tetap Bersih

admin 02/06/2018
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Warga Binaan LaCika Terdaftar DPT Ikuti Sosialisasi Penyelenggaraan Pilgub Jabar 2018
Next Article Polsek Cikarang Pusat Santuni Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama

Paling Banyak Dibaca

- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Fakta Bekasi
Follow US

© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?