Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Reading: Selama Ramadhan Program MBG Dinilai Berdampak Positif Pengamat : Apresiasi Kepemimpinan Kepala BGN
Share
Sign In
Notification
Latest News
Hiace NPCI Digadai, AR dan SY Saling Lempar Jawaban
Pemerintahan
Gakkum DLH Tunggu Laporan Yayasan Al Husiniyyatul Khoeriyyah
Pemerintahan
Limbah Domestik PO Bus Blue Star Cikarang Diduga Cemari Lingkungan
Pemerintahan
Ketua DPRD dan Ketua Komisi 1 Dapat Jatah Bulanan dari Perumda TB?
Pemerintahan
Kadispora : Kendaraan NPCI Tidak Boleh Digadai
Pemerintahan
Aa
Aa
Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Fakta Bekasi > Blog > Pemerintahan > Selama Ramadhan Program MBG Dinilai Berdampak Positif Pengamat : Apresiasi Kepemimpinan Kepala BGN

Selama Ramadhan Program MBG Dinilai Berdampak Positif Pengamat : Apresiasi Kepemimpinan Kepala BGN

admin Published 10/03/2026
Share
4 Min Read
Kepala Badan Gizi Nasional Dr. Ir. Dadan Hindayana.

Fakta Bekasi, Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah melalui Badan Gizi Nasional mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Pengamat Kebijakan Publik Banter Adis menilai program tersebut memberikan dampak positif terhadap pola konsumsi dan kesehatan anak-anak, terutama selama bulan Ramadhan.

Banter Adis yang juga merupakan alumni Kajian Aksi Strategis PP KAMMI menyebut, program MBG terbukti membantu meningkatkan kualitas asupan gizi bagi anak-anak penerima manfaat. Hal itu terlihat dari perubahan kebiasaan makan yang semakin teratur dan bergizi.

“Selama bulan Ramadhan program MBG terbukti memberikan dampak positif, bahkan bisa disebut membuat anak-anak menjadi lebih sehat karena asupan gizinya lebih terjaga,” ujar Adis dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Penilaian tersebut sejalan dengan hasil kajian yang dilakukan Research Institute of Socio-Economic Development (RISED). Dalam penelitian tersebut ditemukan adanya perubahan signifikan dalam rutinitas makan anak-anak yang menerima manfaat dari program MBG.

Sekitar 80 persen orang tua menyatakan bahwa setelah adanya program MBG, anak-anak mereka menjadi lebih rutin mengonsumsi makanan bergizi. Selain itu, sebanyak 81 persen orang tua dari keluarga prasejahtera juga menyatakan mendukung keberlanjutan program tersebut.

Menurut Adis, temuan tersebut menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya diterima dengan baik oleh masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesehatan anak-anak.
Ia juga mengapresiasi kinerja Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, beserta jajaran yang dinilai berhasil menjalankan program tersebut secara luas dan efektif.

“Keberhasilan program MBG ini tentu tidak lepas dari kerja keras Kepala BGN dan seluruh jajaran. Program ini sangat baik dan selama Ramadhan juga terpublikasi dengan baik sehingga masyarakat semakin terbuka dan menyambut positif,” katanya.

Program MBG yang dijalankan pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini bahkan menjadi salah satu program makan sekolah terbesar di dunia. Berdasarkan data per 3 Maret 2026, jumlah penerima manfaat program ini telah mencapai 61.239.037 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 49.057.682 di antaranya merupakan siswa sekolah.

Data global yang dihimpun dari World Food Programme (WFP) juga menunjukkan bahwa Indonesia menempati peringkat kedua dunia dalam jumlah penerima manfaat program makan sekolah. Posisi pertama ditempati India dengan 118 juta penerima, sementara Indonesia berada di atas negara besar lainnya seperti Brasil dengan 38,5 juta penerima, China 34,57 juta penerima, serta Amerika Serikat 30,1 juta penerima.

Capaian tersebut dinilai mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam memastikan pemenuhan gizi anak-anak usia sekolah sebagai bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia.
Adis menilai program MBG tidak hanya berperan dalam meningkatkan asupan gizi anak, tetapi juga berdampak terhadap peningkatan konsentrasi belajar serta kesehatan generasi muda.

Ia pun menyatakan dukungannya terhadap keberlanjutan program tersebut sebagai bagian dari investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

“Program ini sangat penting untuk memastikan anak-anak mendapatkan gizi yang cukup. Kami tentu mengapresiasi kerja keras Kepala BGN dan seluruh jajaran serta mendukung penuh program ini agar pemenuhan gizi anak terpenuhi dan target Indonesia Emas 2045 dapat tercapai,” pungkasnya. (***)

You Might Also Like

Hiace NPCI Digadai, AR dan SY Saling Lempar Jawaban

Gakkum DLH Tunggu Laporan Yayasan Al Husiniyyatul Khoeriyyah

Limbah Domestik PO Bus Blue Star Cikarang Diduga Cemari Lingkungan

Ketua DPRD dan Ketua Komisi 1 Dapat Jatah Bulanan dari Perumda TB?

Kadispora : Kendaraan NPCI Tidak Boleh Digadai

admin 10/03/2026
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Pembangunan Sport Plus Sukatani Ditinggalkan Pekerja
Next Article Wajah Baru Jababeka: Padukan Sektor Industri dengan Pesona Wisata Budaya lewat Harmony Festival 2026

Paling Banyak Dibaca

Minggu Ini, Alumni GMNI Bekasi Surati KPK
Pemerintahan 07/04/2026
Alumni GMNI Bekasi Bakal Surati KPK
Pemerintahan 28/03/2026
Tertulis Dalam BAP, Diduga Dirum Perumda TB Setor Uang ke HMK
Pemerintahan 27/03/2026
Alumni GMNI Minta KPK Segera Panggil Dirum Perumda TB
Pemerintahan 30/03/2026
Gelar Rapim, Menteri ATR/Kepala BPN Minta Jajaran Matangkan Penyelarasan Data Jelang Penetapan LSD di 12 Provinsi
Pemerintahan 25/03/2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Fakta Bekasi
Follow US

© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?