Fakta Bekasi, Cikarang Pusat – Kekesalan karyawan atas Direktur Umum Tirta Bhagasasi Daud Husin terus memuncak. Kini, mereka bongkar semua yang dialaminya setelah sebelumnya para pegawai menandatangani mosi tidak percaya atas kepemimpiman Daud Husin.
Para pegawai membongkar kebobrokan Dirum diantaranya penghapusan jam lembur karyawan, lalu macetnya usulan kenaikan golongan, penghapusan reimburse rawat inap, termasuk penghentian kerjasama dengan pihak rumah sakit.
“Tapi ini semua terbalik, kemarin dia (Dirum) sendiri berobat pakai duit perusahaan, giliran kita tidak boleh kenapa dia boleh,” kata wanita berkacamata ini.
Pegawai tiga anak ini menjelaskan, sejak adanya rencana reimburse dan peghentian kerjasama rawat inap dihapuskan, seluruh temen-teman pegawai sudah panik.
“Kita tidak pernah tahu pak kapan kita sakit dan sehat, jangan begitu banget pak, kami ini pejabat bawahan,” katanya dengan mata berkunang-kunang.
Hal senada juga dikatakan, pemuda yang enggan disebutkan namanya mengaku, jika tuntutan karyawan Perumda Tirta Bhagasasi tidak diakomodir maka akan terjadi mogok massal.
“Kita lihat nanti kalau sampai beberapa hari ke depan masih belum ada rencana evaluasi kami akan sampaikan ke teman-teman tidak akan beroperasi pelayanan,” kata pria berawakan kurus ini.
Karena, bila kemudian tetap dipaksakan untuk bekerja kembali bersama Direktur Umum, maka tidak akan harmonis lagi. Apalagi, luapan kekecewaan ini sudah sampai ke karyawan seluruh cabang.
Disisi lain, senior GMNI Bekasi, Bambang Haryanto mengatakan, ini masalah karyawan jangan dipolitisasi. Kepentingan karyawan diatas segalanya untuk perusahaan. Jangan dialihkan ini soal perekrutan pegawai, karena ini murni persoalan kesejahteraan.
“Jadi kalau ada yang ngomong ada perekrutan pegawai baru, mending tanya langsung ke Dirum, karena memang domain dia soal perekrutan pegawai. Kalau soal kekecewaan, ini urusan perut bukan yang lain,” katanya. (***)