Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Reading: BPBD Kabupaten Bekasi Catat 55 Titik Tanggul Citarum Rawan Jebol
Share
Sign In
Notification
Latest News
Kementerian ATR/BPN Pastikan Kesiapan Lahan Huntap dan Huntara bagi Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatera
Pemerintahan
Sinkronisasi Program Kegiatan Tahun 2027, Sekjen ATR/BPN Tekankan Konsistensi Pusat dan Daerah
Pemerintahan
Pengangkatan Sumpah MPPP dan MPPW, Dirjen PHPT Kementerian ATR/BPN: Peran PPAT Krusial untuk Kualitas Layanan Pertanahan
Olahraga
Ikuti Peluncuran 166 Sekolah Rakyat, Wamen Ossy: Setiap Anak Indonesia Berhak atas Pendidikan yang Layak
Pemerintahan
Pastikan Ketersediaan Lahan dan Kepastian Hukum Kawasan Swasembada Pangan di Papua Selatan, Menteri Nusron Ungkap Telah Terbitkan Hak Seluas 328 Ribu Hektare
Pemerintahan
Aa
Aa
Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Fakta Bekasi > Blog > Pemerintahan > BPBD Kabupaten Bekasi Catat 55 Titik Tanggul Citarum Rawan Jebol

BPBD Kabupaten Bekasi Catat 55 Titik Tanggul Citarum Rawan Jebol

admin Published 04/11/2021
Share
3 Min Read

Fakta Bekasi, CIKARANG PUSAT – Sebanyak 55 titik tanggul rawan jebol di sepanjang Sungai Citarum yang tercatat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Rabu (3/11/2021).

Dari data yang ada, tanggul tersebut tersebar di tiga wilayah, seperti Kecamatan Pebayuran, Cabangbungin, dan Muaragembong. Oleh karena itu, warga yang tinggal di wilayah itu, harus siap siaga.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln mengatakan, hasil rapat dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, ada 55 titik tanggul yang rawan jebol, di sepanjang Sungai Citarum. Dari hasil investigasi itu, belum ada tindaklanjut dari BBWS. Contohnya, tanggul jebol di Pebayuran, sampai sekarang belum dibuat permanen.

“Ada 55 titik tanggul yang rawan jebol, belum ada penanganan. Dengan keterbatasan ini, paling kami melakukan antisipasi awal, yakni menggunakan kerucuk bambu, karung, dan kawat bronjong,” ujar Henri.

Ia mengkhawatirkan, tanggul tersebut tidak kuat menahan air, saat adanya air kiriman dari hulu. Untuk mengantisipasi itu, pihkanya sudah berkirim surat ke BBWS, agar bisa mengatur debit air di pintu air. Selain itu, dirinya juga sudah kirim surat koordinasi untuk para camat, terutama wilayah yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) besar.

“Kami sudah membuat surat koordinasi untuk para camat. Dan minta kesiap siagaan posko banjir, untuk tempat evakuasi dan penampungan warga. Dikhawatirkan, kalau hujan di hulu deras, antisipasinya jadi repot,” beber Henri.

Sejauh ini, kata Henri, kondisi di Kabupaten Bekasi masih terkendali, mengingat hanya ada satu wilayah saja yang terendam banjir, yakni Tambun Utara.

Menurutnya, banjir di wilayah tersebut, disebabkan luapan Kali Bekasi. Misalkan, hanya air hujan saja, itu tidak akan terjadi banjir, paling hanya genangan saja.

“Sampai saat ini, yang mengalami banjir hanya di wilayah Tambun Utara saja, karena luapan Kali Bekasi. Kalau hanya sebatas hujan, paling genangan saja, dan bisa langsung surut,” terangnya.

Namun Henri menegaskan, pihaknya sedang melakukan pemetaan wilayah-wilayah yang berada disepanjang DAS, mengingat itu harus diwaspadai. Seperti di wilayah Barat, ada Kali Bekasi, meliputi Kecamatan Tambun Utara, Babelan, dan Sukawangi.

Kemudian, untuk wilayah Timur, ada Sungai Cibeet, dan Citarum, meliputi Kecamatan Cikarang Timur, Kedungwaringin, Pebayuran, Cabang Bungin, dan Muaragembong.

“Kami lagi petakan wilayah-wilayah yang perlu diwaspadai terkena banjir. Rencananya, mau ada apel siap siaga banjir di pertengahan bulan November ini,” tandas Henri. (FB)

You Might Also Like

Kementerian ATR/BPN Pastikan Kesiapan Lahan Huntap dan Huntara bagi Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatera

Sinkronisasi Program Kegiatan Tahun 2027, Sekjen ATR/BPN Tekankan Konsistensi Pusat dan Daerah

Ikuti Peluncuran 166 Sekolah Rakyat, Wamen Ossy: Setiap Anak Indonesia Berhak atas Pendidikan yang Layak

Pastikan Ketersediaan Lahan dan Kepastian Hukum Kawasan Swasembada Pangan di Papua Selatan, Menteri Nusron Ungkap Telah Terbitkan Hak Seluas 328 Ribu Hektare

Penuhi Kebutuhan Masyarakat akan Pelayanan, Kementerian ATR/BPN Tengah Menyusun Pola Pembinaan Kapasitas SDM

admin 04/11/2021
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Reza Reynaldi Resmi Nahkodai Persikasi
Next Article Wabup Bekasi Serahkan Bantuan CSR untuk Anak Korban Covid-19

Paling Banyak Dibaca

Dugaan Korupsi TKD Desa Karang Baru, Dilaporkan Ke Kejari Cikarang
Hukum Pemerintahan 06/01/2026
Lampaui Target, BPN Kab. Bekasi Puncaki Volume Layanan Pertanahan Se-Jawa Barat
Pemerintahan 26/12/2025
Jababeka Jalin Sinergi Strategis dengan BCA pada Tahun 2025, Ratusan Unit Jababeka Bizpark Terjual
Bisnis 01/01/2026
Ketua IKA FH UPB Desak Kejari dan Inspektorat Audit Kepala Desa se-Kabupaten Bekasi
Hukum Pemerintahan 05/01/2026
Kasus TuPer DPRD Kabupaten Bekasi: LSM Tuding Kejati Jabar Tebang Pilih, 2 Tersangka Cuma Tumbal Perkara
Pemerintahan 05/01/2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Fakta Bekasi
Follow US

© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?