Fakta Bekasi, CIKARANG PUSAT – Seleksi direksi dan dewan pengawas Perumda Tirta Bhagasasi diketahui telah meluluskan tiga nama calon direktur umum, 3 nama calon direktur Teknik dan 3 nama calon dewan pengawas independent II. Bupati diharapkan dapat memilih calon direksi yang memiliki track record baik dan tidak bermasalah.
Alumni GMNI Bekasi Raya Bambang Haryanto menjelaskan, salah satu calon direktur umum Perumda TB yaitu Daud Husin pernah tersangkut masalah dugaan penggelapan anggaran Yayasan Al-Azhar, Kemang Pratama, Kota Bekasi saat dirinya menjabat sebagai karyawan Tata Usaha. Bambang menilai, jika Daud terpilih sebagai direktur umum, maka akan berdampak negatif yang sangat besar.
Sebelumnya: Bupati Bekasi Jangan Salah Pilih Direksi Perumda Tirta Bhagasasi, Hindari ‘Cawe-cawe’ Mantan Dirut!
“Apa gak habis itu uang Perumda jika direktur yang terpilih diduga pernah menggelapkan anggaran Yayasan. Perumda TB merupakan salah satu BUMD terbesar dan menjadi salah satu tolak ukur titik kerja bagi BUMD di Indonesia. Bupati harus lebih cerdas dan objektif untuk menunjuk dan memilih direktur umum Perumda TB,” paparnya.
Ditambahkan, salah satu calon direktur Teknik Rika Nursantika diketahui merupakan keponakan dari mantan Direktur Utama Perumda TB, Usep Rahman Salim. Bambang beranggapan, ada kepentingan balas dendam terhadap sistem dan dirut Perumda TB saat ini. Apalagi, jika Rika terpilih maka akan terjadi konflik kepentingan kedepannya.
“Calon-calon direksi dan dewan pengawas yang lulus adalah mereka yang bermasalah. Ini harus menjadi catatan bagi Bupati untuk melihat dan menilai saat memutuskan, jangan sampai Keputusan yang diambil sebagai kuasa pemilik modal malah menghancurkan Perumda TB dari internal dan ekternal,” kata Bambang.
Sebelumnya, calon Direktur Umum Daud husin sebelumnya pernah menjabat sebagai karyawan bagian tata usaha Yayasan Al-Azhar Kemang Pratama, Kota Bekasi. Daud diberhentikan diduga menggelapkan anggaran Yayasan. Calon direktur Teknik Rika Nursantika diketahui merupakan keponakan dari Usep Rahman Salim mantan Dirut Perumda Tirta Bhagasasi dan diduga Usep cawe-cawe dalam proses seleksi. Calon dewan pengawas Asep Tatang Kurnia pernah menjabat sebagai Kabag Umum Perumda dan Ketua DKM Masjid Baiturrahman diduga mengambil dan menyalurkan dana infaq pegawai Perumda tanpa ada laporan pertanggungjawaban. (***)