Selasa , 27 Oktober 2020
Ilustrasi: Atlet Renang Koni Kabupaten Bekasi.

KONI Kabupaten Bekasi Pantau Perkembangan Atlet Untuk di Porda 2022

Facebooktwittergoogle_plusmail

Fakta Bekasi, CIKARANG PUSAT–Walaupun ditengah situasi Pandemi Covid-19, KONI Kabupaten Bekasi akan terus memantau para atlet yang akan diterjunkan pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat 2022.

Ketua KONI Kabupaten Bekasi Reza Luthfi Hasan menyatakan ‘Merajut asa, menata, meniti tradisi juara’ ini mampu terealisasi walau ditengah situasi Pandemi Covid-19 yang membuat segalanya menjadi terbatas.

“Walaupun ditengah situasi Pandemi kami (Koni) akan terus memantau perkembangan atlet yang akan diterjunkan pada Porda Jabar 2022,” kata Reza.

Koni Kabupaten Bekasi sendiri, Lanjut Reza memiliki 61 pengurus cabang olahraga, dan total 900 atlet binaan rincian, 150 atlet disiapkan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON), sedangkan 750 atlet lainnya dikirim ke Porda Jawa Barat guna dapat raih dan tuntasin misinya meniti tradisi juara.

“Kami yakin misi merajut asa, menata, meniti tradisi juara bisa tercapai karena melihat kesiapan kami saat ini, kami yakin itu,” tegasnya.

Sekretaris Umum KONI Kabupaten Bekasi Abdul Halim menambahkan, jika pihaknya saat ini tengah matangkan tahapan untuk memantau berbagai perkembangan atlet. “Kita berupaya memantau perkembangan atlet dan juga potensinya masing-masing di cabang olahraga. Kami sudah cukup yakin atlet-atlet Kabupaten Bekasi memiliki potensi besar untuk merebut juara di Porda Jawa Barat 2022,” kata Halim.

Selektif dalam menentukan atlet jadi fokus utama Koni Kabupaten Bekasi. Halim menyatakan tidak semua atlet terbaik di klub bisa lolos verifikasi cabor demikian pula dengan atlet terbaik cabor yang belum tentu pula lolos verifikasi KONI.

Pihaknya memiliki ukuran standar agar atlet mampu meraih prestasi di ajang Porda Jabar nanti. KONI Kabupaten Bekasi tidak bisa memaksakan mengajukan atlet apabila potensi yang dimiliki sulit untuk melampaui atlet yang akan menjadi lawan di Porda nanti.

“Melalui serangkaian verifikasi. Proses itu akan dilakukan hingga tiga sampai empat kali. Kemudian atlet yang lolos di sini tentunya akan dipersiapkan menuju BK Porda. Jadi untuk mewujudkan meniti tradisi juara dibutuhkan pengamatan jeli potensi atlet secara keseluruhan, tidak bisa sekali pantau,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Kabupaten Bekasi Berdje Rumadjid mengaku, saat ini pesaing ketat Kabupaten Bekasi dalam perebutan Juara Umum Porda Jabar 2022 masih dipegang Kota Bandung.

“Tren saat ini, Kabupaten Bekasi masih bersaing dengan Kota Bandung dan di bawahnya ada KBB (Kabupaten Bandung Barat), Kota Bekasi, serta Bogor. Tapi kita tetap mencari formula agar persaingan itu bisa kita menangkan,” ungkapnya.

Hanya saja, KONI Kabupaten Bekasi punya keunggulan di tengah proses pembinaan atlet melalui kebijakan yang mampu meningkatkan raihan prestasi atlet, yakni lewat intensitas latihan yang terukur dan kelancaran uang pembinaan.

“Dari dua poin itu saja kita melihat perkembangan atlet di Jawa Barat. Selebihnya di olahraga itu terukur, misalnya atletik yang sudah lahir sejumlah atlet yang memiliki level nasional. Lalu, di renang dan dari beberapa cabor lainnya. Saya yakin meniti tradisi juara dapat terwujud di Porda Jabar 2022,” tandasnya. (ger)

Facebooktwittergoogle_plusmail