Cikarang Pusat, FAKTA BEKASI – Pasca diperiksa dewan pengawas Perumda Tirta Bhagasasi RR oleh KPK terkait kasus aliran dana suap ijon proyek, diduga ada aliran dana dari direksi Perumda TB ke tersangka HMK. Nilainya diduga mencapai miliaran rupiah. Dana tersebut dialirkan direksi ke seseorang berinisial JS untuk disetorkan ke HMK guna memuluskan jalannya menjadi direksi perusahaan air minum milik Kabupaten Bekasi ini.
Alumni GMNI Bekasi Bambang Hariyanto mengatakan, KPK juga harus mengusut dugaan suap aliran dana direksi Perumda TB ke tersangka kasus suap ijon proyek HMK. Diduga kuat, salah satu calon direksi menyetorkan sejumlah uang bernilai ratusan juta kepada JS (penghubung) agar proses penunjukkan dirinya sebagai direksi perumda berjalan lancar.
“Dipanggilnya salah satu dewan pengawas ke KPK harus menjadi pintu masuk bagi lembaga anti rasuah ini untuk memeriksa dugaan adanya aliran dana ke tersangka HMK. Jika ditotal angkanya miliaran, tapi yang melalui penghubung berkisar Rp500 jutaan,” paparnya.
Bambang menilai, HMK tidak hanya menerima suap ijon proyek, tetapi juga menerima suap untuk calon direksi perumda. Pada 14 Oktober 2025 lalu, Bupati Bekasi non aktif Ade Kuswara Kunang telah melantik dua direksi dan dua dewan pengawas independen.
“Kalau dewan pengawas Perumda TB sudah diperiksa terkait kasus suap, maka KPK juga harus memeriksa direktur umum dan tekhnik, karena kami menduga ada suap dalam proses pemilihan hingga pelantikannya. Harus dibuka secara terang benderang, agar kasus dugaan suap di Perumda juga bisa selesai bersamaan dengan proses suap ijon proyek,” tambahnya.
Bambang beranggapan, penunjukkan direksi dan dewan pengawas baru di Perumda TB tidak terlepas dari peran lingkaran Kuasa Pemilik Modal (KPM) yang saat itu adalah bupati non aktif ADK. Pemeriksaan RR sebagai saksi kasus suap, mengindikasikan ada hal serupa yang dilakukan direksi baru lainnya.
“Bukan rahasia umum, untuk mendapatkan jabatan strategis perlu modal besar. Bahkan salah satu upaya direksi menerima pegawai baru bisa juga menjadi tambahan bonus setelah mereka duduk dikursi empuk direksi,” pungkasnya. (***)