Fakta Bekasi, Jakarta – Upaya kerja keras Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., bersama jajaran stakeholder dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 dinilai berjalan sukses. Keberhasilan ini mencerminkan kehadiran negara dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya selama arus mudik dan balik Lebaran.
Pengamat transportasi dan lalu lintas, Banter Adis, mengapresiasi kinerja seluruh pihak, terutama Korlantas Polri, yang dinilai mampu mengelola arus kendaraan secara lebih tertib, aman, dan lancar dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Upaya dalam mengatasi arus Mudik Lebaran 2026 seperti One Way Nasional, One Way Sepenggal, serta pengamanan di setiap titik-titik keramaian menjadi perhatian bersama ini perlu kita apresiasi,” ungkap Adis.
Menurut informasi dari Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026 yang disampaikan Adis, pengamanan tahun ini melibatkan total 317.666 personel yang disiagakan guna memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di seluruh wilayah Indonesia.
Selain itu, Polri juga menyiapkan 2.746 pos operasi yang terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu yang tersebar di berbagai titik strategis. Keberadaan pos-pos ini menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat selama periode mudik.
Pengamanan turut difokuskan pada berbagai objek vital dan pusat aktivitas masyarakat, di antaranya 121.803 masjid, 54.561 lokasi salat Idul Fitri, 618 terminal, 562 pelabuhan, 182 bandara, 268 stasiun kereta api, 2.966 pusat perbelanjaan, serta 4.647 lokasi wisata.
Adis menilai langkah tersebut menjadi bukti nyata bahwa Polri hadir di tengah masyarakat dan negara benar-benar memberikan rasa aman bagi warga yang melaksanakan perjalanan mudik.
Tak hanya dari sisi pengamanan, hasil positif juga terlihat dari data keselamatan lalu lintas. Tercatat adanya penurunan angka fatalitas korban meninggal dunia sebesar 27 persen serta penurunan angka kecelakaan sekitar 3,5 persen selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Menurut Adis, capaian ini tidak terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan Korlantas Polri, termasuk kampanye keselamatan seperti “Mudik Aman Keluarga Bahagia” serta “Mudik Tertib Ojo Kesusu” yang dinilai efektif meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
“Ini menjadi tren positif upaya Kakorlantas Polri dan jajaran dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas selama mudik Lebaran 2026,” pungkasnya.
Di akhir, Adis juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan Kapolri dan Kakorlantas dengan memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) serta mengatur waktu perjalanan, khususnya dengan berangkat pada 26 hingga 29 Maret 2026 agar arus balik dapat berlangsung lebih tertib dan lancar. (***)