Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Reading: Mundurnya Adang Diduga Terkait Jembatan Bali MM2100
Share
Sign In
Notification
Latest News
Ketahanan Pangan hingga Kamtibmas Kondusif, Kinerja Kapolda Asep Edi Suheri Layak Dapat Penghargaan Presiden
Pemerintahan
Jababeka Bersama Transjakarta Resmikan Layanan Bus Transjabodetabek Rute Cawang–Cikarang Jababeka
Jababeka Bersama Transjakarta Resmikan Layanan Bus Transjabodetabek Rute Cawang–Cikarang Jababeka
Bisnis
Cetak Bibit Muda, PSSI Kabupaten Bekasi Resmi Gulirkan Liga U-9 Hingga U-12
Olahraga
LSM Kompi Nilai Disharmonis Perlambat Progres Kerja
Pemerintahan
Banyak Pelanggaran, Janji Direksi Dinantikan
Pemerintahan
Aa
Aa
Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Fakta Bekasi > Blog > Pemerintahan > Mundurnya Adang Diduga Terkait Jembatan Bali MM2100

Mundurnya Adang Diduga Terkait Jembatan Bali MM2100

admin Published 07/09/2017
Share
2 Min Read
Jembatan Bali MM2100 yang sudah beroperasi sejak Januari 2017 lalu

FAKTABEKASI.COM- Mundurnya Adang Sutrisno dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bukan hanya sekedar alasan kesehatan. Namun diduga kuat, mundurnya Adang lantaran kasus pembangunan jembatan Bali MM2100 yang menelan anggaran sebesar Rp37 miliar lebih.

Terlebih, dalam pembangunan jembatan Bali MM2100 tahun 2016 lalu, pihak pengelola kawasan industri MM2100 diduga memberikan uang kontribusi sebesar Rp15 miliar kepada Adang. Namun Adang menggunakan seluruh anggaran APBD untuk pembangunan jembatan yang melintasi jalan tol Jakarta-Cikampek itu.

“Uang kontribusi yang diberikan pengelola kawasan itu diduga langsung diberikan ke Adang sebagai Kepala PUPR, untuk membantu pembangunan jembatan. Tapi kenyataannya, anggaran pembangunan jembatan seluruhnya dibebankan ke APBD. Ini mengindikasikan Adang menerima uang kontribusi itu untuk kepentingan pribadi,” beber Sekretaris LSM Ampibi, Amet Muslim kepada FAKTABEKASI.COM.

Ditambahkan, anggaran pembangunan jembatan Bali MM2100 diperuntukkan untuk kepentingan kawasan. Oleh sebab itu, kawasan memberikan kontribusi biaya pembangunan. Sayangnya, hal itu dimanfaatkan Adang sebagai celah untuk kepentingan pribadi.

“Informasi ini sudah diketahui bupati, kami menduga ini menjadi salah satu faktor disetujuinya Adang mundur dari PUPR. Alasan kesehatan hanya bumbu saja,padahal banyak kasus yang membelit Adang,” ungkap Amet.

Amet mengatakan, penyerapan anggaran di dinas PUPR tahun 2017 juga masih jauh dari harapan. Mundurnya Adang dan digantikan Plt Daryanto bukan berarti menyelesaikan masalah. Sisa waktu yang tinggal empat bulan saja, tidak memungkinkan untuk memaksimalkan penyerapan anggaran.

“Jika seperti ini maka pekerjaan tahun 2017 akan menjadi bola liar. Adang meninggalkan pekerjaannya, sementara Daryanto meneruskan pekerjaan yang juga tidak akan maksimal pekerjaannya. Siapa yang salah? let see aja,” pungkas Amet. (ger)

You Might Also Like

Ketahanan Pangan hingga Kamtibmas Kondusif, Kinerja Kapolda Asep Edi Suheri Layak Dapat Penghargaan Presiden

LSM Kompi Nilai Disharmonis Perlambat Progres Kerja

Banyak Pelanggaran, Janji Direksi Dinantikan

Disbudpora Kab. Bekasi Terima Kunjungan Pansus XII DPRD Jabar, Bahas Raperda Pemajuan Kebudayaan

Family Gathering PT Andika Energindo: Semangat Baru Menuju 2026

admin 07/09/2017
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Pendamping Sukaresmi Bawa Kabur Uang PKH
Next Article HUT Demokrat Ke-16 di Rayakan Para PAC dengan Sederhana

Paling Banyak Dibaca

Pengangkatan Sumpah MPPP dan MPPW, Dirjen PHPT Kementerian ATR/BPN: Peran PPAT Krusial untuk Kualitas Layanan Pertanahan
Olahraga 20/01/2026
Menteri Nusron Tegaskan Kehadiran Negara Lindungi Hak Atas Tanah bagi Masyarakat Terdampak Bencana
Pemerintahan 20/01/2026
Pastikan Ketersediaan Lahan dan Kepastian Hukum Kawasan Swasembada Pangan di Papua Selatan, Menteri Nusron Ungkap Telah Terbitkan Hak Seluas 328 Ribu Hektare
Pemerintahan 20/01/2026
Meikarta Terus Bertumbuh, Serah Terima Unit Konsisten Dorong Kepercayaan Penghuni dan Investor
Bisnis 27/01/2026
Sinkronisasi Program Kegiatan Tahun 2027, Sekjen ATR/BPN Tekankan Konsistensi Pusat dan Daerah
Pemerintahan 20/01/2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Fakta Bekasi
Follow US

© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?