Selasa , 15 Oktober 2019
Kapolsek Cikarang Kompol Sujono gelar perkara kasus curanmor yang terjadi di Kp. Cibeber, RT 03/04, Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara. FOTO: Istimewa/ Fakta Bekasi.

Polsek Cikarang Berhasil Bekuk Komplotan Curanmor

Facebooktwittergoogle_plusmail

Fakta Bekasi, CIKARANG UTARA  –Jajaran Polsek Cikarang Utara bekuk para pelaku pencurian kendaraan bermotor. Salah satu pelaku, yakni IEA terpaksa dilumpuhkan petugas dengan timah panas di bagian kaki kanannya karena mencoba melarikan diri. Selain IEA polisi juga berhasil mengamankan pelaku lainnya yakini DCA (19) dan IEA (27).

Kapolsek Cikarang, Kompol Sujono menjelaskan penangkapan terhadap keduanya bermula ketika para tersangka mengambil sepeda motor milik JA (38) di Kp. Cibeber, RT 03/04 Desa Simpangan, Kecamatan Cikarang Utara pada tanggal 23 September 2019 lalu sekitar pukul pukul 02.45 WIB.

“Saat itu, aksi pelaku di ketahui oleh anak korban sehingga korban yang sedang tidur dibangunkan karena sepeda motornya yang terparkir di halaman rumah dibawa oleh orang tak dikenal,” ungkapnya, Rabu (02/10).

Mengatahui hal ini, JA yang terbangun dari tidurnya sponta  langsung mengejar para pelaku dimana saat itu sepeda motor yang digunakan salah seorang pelaku mogok lalu ditinggal di pinggir jalan. “Korban lalu melaporkannya ke kejadian yang dialaminya ke pihak kepolisian,” tuturnya.

Berbekal sepeda motor pelaku yang mogok, petugas kepolisian berhasil mengindetifikasi dua orang pelaku. “Mereka kita amankan dan kita bawa ke Polsek Cikarang guna pengusutan lebih lanjut,” katanya.

Salah seorang pelaku, yakni IEA saat dibawa untuk menunjukan tempat persembunyian pelaku yang masih buron berusaha melarikan diri. “Saat itu tersangka terpaksa dilakukan tindakan tegas dan terukur oleh petugas karena tidak menghiraukan tembakan peringatan sehingga bisa diamankan kembali,” kata dia.

Dari penangkapan ini, petugas turut mengamankan arang bukti berupa 2 unit sepeda motor dengan merk berbeda masing-masing miliki pelaku dan korban serta  1 unit kunci leter T dan 1 unit kunci lock berbahan magnet.

“Motifnya tersangka ini ingin memiliki barang milik korban untuk dijual dan hasil penjualan dibagi-bagi ke tersangka untuk keperluan hidup sehari-hari karena tidak mempunyai pekerjaan tetap,” kata dia. (Son)

Facebooktwittergoogle_plusmail