Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Reading: Gak Bahaya Tah, Proyek ‘Komedi’ Tahap 1 Gedung Squash
Share
Sign In
Notification
Latest News
Lewat Etalase UMKM Lokal, Lippo Cikarang Dukung UMKM dan Kemandirian Ekonomi Lokal
Bisnis Pemerintahan
Gerindra Usul Pansus PAD, Soroti Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah Kab. Bekasi
Pemerintahan
Sampaikan Orasi Kebangsaan di Rakor Regional KAHMI, Menteri Nusron: Penting untuk Mengambil Keputusan secara Adil
Pemerintahan
Pembinaan di Kanwil BPN Provinsi Maluku Utara, Menteri Nusron: Tugas Saya sebagai Menteri adalah Memberikan Kepastian dan Harapan
Pemerintahan
Cegah Terjadinya Konflik Atas Tanah Keagamaan di Maluku Utara, Menteri Nusron Dorong Percepatan Sertipikasi
Pemerintahan
Aa
Aa
Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Fakta Bekasi > Blog > Pemerintahan > Gak Bahaya Tah, Proyek ‘Komedi’ Tahap 1 Gedung Squash

Gak Bahaya Tah, Proyek ‘Komedi’ Tahap 1 Gedung Squash

admin Published 15/01/2024
Share
3 Min Read
Pembangunan tahap 1 gedung squash di Plaza Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat.
Pembangunan tahap 1 gedung squash di Plaza Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat.

Fakta Bekasi, CIKARANG PUSAT- Pembangunan tahap 1 gedung squash yang menelan anggaran Rp8,7 miliar lebih, terindikasi merugikan negara. Pasalnya, pekerjaan yang dimulai pada 12 september 2023 hingga 11 desember 2023, gedung olahraga squash baru selesai dikerjakan pada 31 desember 2023. Hasil pekerjaan pun berdasarkan penilaian tenaga ahli, terdapat banyak pekerjaan yang tidak layak serta kurang maksimal. Sementara pada proses pencairan pekerjaan, Pemkab Bekasi melalui Disbupora membayar 100 persen proyek ‘komedi’ ini.

Ketua Jaringan Aktivis Pemuda dan Mahasiswa Bekasi (JAPMI) Mat Atin menjelaskan, gedung squash menghabiskan anggaran Rp8.765.500.000 pada tahap 1. Kontraktor yang melaksanakan pekerjaan yakni PT. Manesa Green Abadi yang dikenal sebagai transporter limbah B3 dan baru memiliki KBLI konstruksi dua tahun kebelakang. Kontraktor juga sudah mengambil uang muka 30 persen dari anggaran dan telah dibayarkan pekerjaannya 100 persen tanpa potongan pada 29 desember 2023 lalu sebesar Rp6.133.750.000.

“Pekerjaan sudah lewat waktu, hasil pekerjaan juga banyak kekurangan dan banyak spek yang dikurangi. Hebatnya proyek komedi ini, pembayarannya 100 persen, gak bahaya tah,” ungkapnya.

Selain terindikasi merugikan keuangan daerah, proyek bangunan olahraga ini juga mengalami kecacatan. Atap baja pada bangunan terdapat karat disetiap sambungan. Alumunium foil yang digunakan juga terbilang tipis yang seharusnya dapat dilapisi oleh sejenis bubble wrap sehingga dapat menyerap panas dan lebih tahan lama. Gedung squash tahap 1 ini, tambah Mat Atin juga tidak mengindahkan keselamatan. Terbukti hanya ada satu akses untuk naik keatas, itu pun tangga yang dibuat tidak mengikuti standar keamanan bangunan dan gedung olahraga ini juga tidak ramah disabilitas.

“Karat pada atap baja itu dapat menyebabkan korosi dan sangat berbahaya. Konstruksi tiang juga tidak rapih serta bangunan tidak ramah dengan disabilitas. Padahal gedung olahraga harus dipersiapkan juga untuk para disabilitas. Dari segi keamanan pun, gedung ini sangat tidak aman karena kontraktornya bukan yang berpengalaman dibidang bangunan, tapi malah transporter limbah,” bebernya.

Mat Atin menduga, gedung squash yang berada di kompleks Pemkab Bekasi ini juga tidak dilengkapi dengan kelengkapan adminitrasi. Gedung squash diduga tidak memiliki PBG dan tidak memiliki SK dari Bupati. Sebab, lokasi gedung squash dalam blok plan Pemkab Bekasi, merupakan lokasi hutan kota.

“1000 persen saya yakin tidak ada PBG, karena berdasarkan blok plan Pemkab Bekasi, lokasi gedung squash berada di hutan kota. Ini tuh dipaksakan dan pekerjaannya pun dilakukan terburu-buru karena waktunya sudah mepet,” pungkasnya. (mot)

You Might Also Like

Lewat Etalase UMKM Lokal, Lippo Cikarang Dukung UMKM dan Kemandirian Ekonomi Lokal

Gerindra Usul Pansus PAD, Soroti Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah Kab. Bekasi

Sampaikan Orasi Kebangsaan di Rakor Regional KAHMI, Menteri Nusron: Penting untuk Mengambil Keputusan secara Adil

Pembinaan di Kanwil BPN Provinsi Maluku Utara, Menteri Nusron: Tugas Saya sebagai Menteri adalah Memberikan Kepastian dan Harapan

Cegah Terjadinya Konflik Atas Tanah Keagamaan di Maluku Utara, Menteri Nusron Dorong Percepatan Sertipikasi

admin 15/01/2024
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Konflik Sungai Nil antara Ethiopia, Mesir, dan Sudan
Next Article Proyek ‘Komedi’ Gedung Squash Dibangun Asal Jadi

Paling Banyak Dibaca

Luncurkan Pelatihan Macrame, Lippo Cikarang Dukung Penuh UMKM Kabupaten Bekasi
Bisnis Pemerintahan 30/07/2025
Membludak, Puluhan Ribu Orang Kunjungi Jababeka di Event Sakura Matsuri 2025
Bisnis 30/07/2025
Menteri Nusron Tegaskan Target Sertipikasi Wakaf hingga 2028
Pemerintahan 06/08/2025
Tumbangkan Lawan Tangguh, Mandala Raih 2 Medali Perunggu Copa Da Indonesia 2025
Olahraga 09/08/2025
Menteri ATR Tekankan Peta Akurat sebagai Kunci Sukses Pembangunan Nasional
Pemerintahan 07/08/2025
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Fakta Bekasi
Follow US

© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?