Thursday , 25 April 2019
Ketua DPD PDIP Jawa Barat TB Hasanuddin buka TOT Saksi Kabupaten Bekasi.

Hadiri TOT Saksi, TB Hasanuddin: Caleg dan Capres PDIP di Kabupaten Bekasi Unggul

Facebooktwittergoogle_plusmail

Fakta Bekasi, CIKARANG UTARA—Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Barat TB Hasanuddin membuka pelatihan Training Of Trainer (TOT) saksi untuk di Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang digelar oleh Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) Jawa Barat dan Kabupaten Bekasi, Minggu (17/3/2019)

“Ini yang ke 15 DPC yang saya hadiri, setiap hari ada sekitar 1 sampai 2 DPC yang saya buka untuk melaksanakan TOT terhadap saksi. Tadi  hadir para pelatih  yang sedang dilatih sebayak 522 orang dan nanti mereka akan melatih hampir 16.000 saksi,” kata dia.

Baca juga: Amankan Suara di Pemilu 2019, DPC PDIP Kabupaten Bekasi Anggarkan Rp 4,3 Miliar Untuk Saksi

Tb Hasanuddin juga mengatakan, jumlah TPS di Jawa Barat ada sekitar 138.050 TPS dan untuk saksinya dibutuhkan 2 orang per satu TPS. Sehingga, bila di kali dua jumlahnya sekitar 138.050 orang untuk berjaga di TPS di 27 kota/kabupaten yang ada di Jawa Barat.

“Untuk di Jawa Barat ini ada 138.050 TPS, sehingga kami membutuhkan paling tidak satu TPS 2 orang. Untuk mempersiapkannya, mereka kami terus latih. Ini juga dalam rangka pengamanan suara karena berdasarkan survei untuk Caleg dan Capres PDIP di Kabupaten Bekasi unggul,” ucapnya.

Dia menuturkan, dalam pelatihan Training Of Trainer (TOT) itu saksi untuk kordinator kecamatan dan kelurahan nantinya mereka akan melakukan TOT pada gelombang berikutnya di wilayah masing-masing.

“Pesan saya, jadilah pelatih yang mengacu kepada ketentuan-ketentuan peraturan KPU dan para saksi melaksanakan tugasnya sebagai saksi dengan baik dan benar,” katanya.

Mengenai perolehan suara, pihaknya menargetkan untuk Pileg di Jabar bisa memperoleh 27% suara. Sedangkan, untuk Pilpres ditargetkan sebanyak 60% suara. Dari hasil survei, sejauh ini PDIP unggul dengan perolehan 23% di Pileg. Sedangkan, untuk Pilpres perolehannya berbeda sekitar 6%.

“Sekali lagi jangan terlena survei. Kita harus tetap militan dan meraih kemenangan untuk caleg dan capres-cawapres Pak Jokowi-Ma’ruf yang kami usung,” tutupnya. (FB)

Facebooktwittergoogle_plusmail