Fakta Bekasi, KABUPATEN BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) resmi melepas kontingen yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV dan Pekan Paralympic Daerah (Peparpeda) VII Jawa Barat 2026. Acara pelepasan yang berlangsung di Gedung Wibawa Mukti, Kompleks Perkantoran Pemkab Bekasi, Kamis (5/11/2026) tersebut sekaligus menjadi ajang penyerahan penghargaan bagi para atlet pelajar dan pegiat olahraga berprestasi sepanjang tahun 2025.
Apresiasi diberikan atas capaian di berbagai ajang bergengsi nasional dan daerah, seperti POPNAS XVII Jakarta 2025, PEPAPERNAS XI Jakarta 2025, FORNAS VIII NTB 2025, POPDA XIV Jabar 2025, hingga PEPARPEDA IV Jabar 2025. Penghargaan ini menegaskan komitmen Pemkab Bekasi dalam mendukung para atlet yang telah mengharumkan nama daerah.
Menghadapi Porprov XV Jawa Barat 2026, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bekasi mematok target realistis namun optimis, yakni menembus posisi tiga besar klasemen dengan proyeksi 118 hingga 128 medali emas.
Ketua KONI Kabupaten Bekasi, Reza Lutfi, menjelaskan bahwa target tersebut disusun berdasarkan analisis mendalam oleh tim Pembinaan dan Prestasi (Binpres) terhadap pemetaan potensi atlet.
“Kalau membicarakan target harus realistis. Kita harus melihat potensi yang ada dan tidak memaksakan sesuatu di luar kemampuan,” ujar Reza.
Saat ini, posisi Kabupaten Bekasi dipetakan berada di peringkat keempat. Namun, Reza meyakini peluang merangsek ke posisi tiga besar sangat terbuka melalui sinergi ketat antara atlet, pelatih, dan pengurus cabang olahraga (cabor).
Dalam ajang Porprov XV, Kabupaten Bekasi menerjunkan total kontingen sekitar 1.300 orang—terdiri dari 750 atlet serta ratusan pelatih dan ofisial. Kontingen ini mencakup 49 cabor yang didukung penuh serta sembilan cabor yang bertanding secara mandiri.
Reza menekankan pentingnya efektivitas dan efisiensi pengelolaan anggaran dalam mendukung performa para atlet agar persiapan tetap optimal.
“Yang harus dilakukan adalah efektif dan efisien. Kalau tidak efektif dan tidak efisien, itu salah manajemen,” tegasnya.
Sebagai wujud dukungan konkret, Pemkab Bekasi bersama KONI telah menyiapkan pencairan uang saku serta bonus sesuai mekanisme bagi para atlet yang berprestasi. Selain itu, jajaran pendamping kontingen beserta Chef de Mission (CdM) dijadwalkan hadir langsung di lokasi pertandingan untuk memberikan dukungan moral dan menjaga motivasi para atlet selama bertanding. (***)