Pihak Meikarta gelar press conference di Distrik 1. FOTO: Istimewa/ Fakta Bekasi.

Meikarta Klaim Bebas Corona, Tanpa Dokumen Hasil Tes Kesehatan

Facebooktwittergoogle_plusmail

Fakta Bekasi, CIKARANG SELATAN–Pihak Meikarta mengklaim bahwa Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina yang bekerja di proyek pembangunan kompleks super blok Meikarta tidak terjangkit Virus Corona dan mengaku bahwa TKA yang mereka pekerjakan dalam kondisi sehat. Namun Meikarta belum mampu menunjukkan hasil tes kesehatan para TKA asal Cina kepada awak media saat press conference di Distrik 1, Selasa (11/02/2020).

Sebelumnya, Dinas Ketenagakerjaan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi melakukan pemeriksaan wabah Virus Corona terhadap sejumlah TKA Cina di Meikarta, Jum’at 07/02/2020, dan diketahui masih ada beberapa TKA asal Cinta yang belum dicek kesehatannya lantaran kabur.

Baca juga: Antisipasi Virus Corona, Ratusan Pekerja Tiongkok di Meikarta Kabur Saat Disidak

Direktur Komunikasi Meikarta Danang Kemayan Jati mengaku bahwa di Meikarta tidak terjangkit (bersih) dari virus Corona, karena para pekerja asing sudah dicek kesehatannya.

“Memang sampai sekarang tidak ada virus Corona di Meikarta, karena sudah diperiksa kesehatannya dan tidak ada indikasi gejala penyakit dari virus itu (Corona),” kata dia.

Untuk mengklarifikasi isu yang berkembang soal meninggalnya salah satu TKA asal Cina yang diduga terjangkit Virus Corona, Danang juga mangatakan bawa itu murni kecelakaan kerja.

“Yang kemarin meninggal karena diduga Virus Corona, itu isu. Itu murni karena kecelakaan kerja dan kami sudah pastikan Meikarta terhindar dari wabah Virus Corona,” kata dia.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Bekasi Budiyanto mengatakan bahwa hasil pengecekan kesehatan terhadap TKA asal Cina terkesan ada sesuatu yang ditutup-tutupi oleh pihak Meikarta.

“Saya hanya ingin memastikan bahwa Lippo Cikarang (Meikarta) semua TKA asal Cina itu diperiksa kesehatannya, karena kemarin saat dilakukan pemeriksaan kesehatan terkesan ada kucing-kucingan akhirnya kami menduga-duga ada apa. Bukan hanya itu data TKA yang tidak sinkron dari data Lippo dengan data yang dikeluarkan oleh Disnaker jadi pertanyaan kami selama ini,” tegas dia.

Budiyanto menambahkan sebagai Dewan Dapil 1 dirinya berhak mengetahui persoalan di dapilnya, karena merasa memiliki tanggungjawab atas apa yang nanti bisa merugikan masyarakat sekitar khususnya Kabupaten Bekasi.

“Karena Meikarta ada di dapil saya, jadi sudah tanggungjawab saya secara pribadi atas permasalahan ini. Saya sendiri tutup mata soal legal atau ilegal pekerja luar. Tapi dalam konteks wabah Corona saya wajib memastikan agar tidak ada satu orang pun WNA asal Cina yang lewat dari pemeriksaan kesehatan, sehingga wabah virus Corona ini tidak tersebar di Kabupaten Bekasi,” tandasnya. (FB)

Facebooktwittergoogle_plusmail