Selasa , 15 Oktober 2019

Polsek Cikarang Barat Ringkus Tiga Pelaku Pemerasan

Facebooktwittergoogle_plusmail

Fakta Bekasi, CIKARANG BARAT–Tiga Pelaku pemerasan dengan pengancaman yang terjadi di Kawasan Industri MM2100 diringkus Polsek Cikarang Barat. Menurut keterangan polisi para pelaku sudah berulang kali berbuat kejahatan jalanan tersebut terhadap para karyawan kawasan.

Kapolsek Cikarang Barat Kompol Hendrik Situmorang mengatakan, pihaknya telah mengamankan tiga pelaku spesialis pemeresan dengan pengancaman yang terjadi pada (24/7), tepat pada pukul 03.30 WIB di Kawasan Industri MM2100.

Terang Hendrik, kejadian ini bermula pada saat saksi korban menjemput adiknya yang berkerja di perusahan tersebut bernama putri, pada saat korban keluar dari perusahan itu langsung didatangi enam pelaku yang langsung menodongkan celurit dan mengambil hendphone milik korban. Namun salah satu korban berhasil melarikan diri dan langsung melapor ke Polsek Cikarang Barat.

“Dari laporan tersebut langsung unit lapangan tim buser berikut tim cobra dari Polres Metro Bekasi melakukan pengejaran dan berhasil melakukan penangkapan terhadap tiga dari enam pelaku yang beraksi di kawasan industri,” jelasnya.

Dari hasil pengembangan yang dilakukan kepada pelaku, salah satu pelaku sudah melakukan aksinya lebih dari tujuh kali. Adapun barang bukti yang diamankan dari tiga pelaku yaitu (dua) Unit Sepeda Motor Merk Suzuki Satria EU Warna hitam, Senjata Tajam Jenis bilah Celurit, satu buah hendphone Merk XIDMI warna Putih.

“Tiga bilah celurit ini kami dapat dari tiga pelaku sebagai alat untuk mengancam dan mengambil barang korban, yang digunakan pelaku untuk beraksi di dalam kawasan industri,” katanya.

Adapun ancaman dari perbuatan para pelaku, RK (22), RS (21), MS dikenai pasal 368 pemerasan dan ancaman, dengan hukuman kurungan selama lima tahun. “Jadi kami menghimbau kepada karyawan yang pulang pada jam subuh hari, harus lebih hati-hati dan waspada terhadap lingkungan sekitar,” tandasnya.

Sementara itu menurut pelaku RK (22) mengakui dirinya melakukan aksinya sudah lebih tujuh kali dan targetnya para karyawan wanita yang bekerja di Kawasan Industri.”Sekali operasi kita mendapatkan sekitar dua juta, itu untuk berpoya-poya,” tutupnya. (son)

Facebooktwittergoogle_plusmail