Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Reading: Praktisi Hukum : Dana Kontribusi 30 Persen Tidak Masuk Logika Hukum
Share
Sign In
Notification
Latest News
Masyarakat Nilai Pelayanan Pertanahan Kementerian ATR/BPN Semakin Cepat dan Informatif
Pemerintahan
Menteri Nusron: Pemerintah Kuasai Kembali Jutaan Hektare Kawasan Hutan dari Praktik Penyalahgunaan
Pemerintahan
Bahas Penyelesaian Permasalahan Tanah dalam Kawasan Hutan Bersama Tim Pansus DPR RI, Menteri Nusron: Tak Terlepas dari Reforma Agraria
Pemerintahan
Negara Hadir di Kawasan Perbatasan, Wamen Ossy: Telah Disahkan Perpres untuk Delapan Rencana Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara
Pemerintahan
Raker Bersama Pansus DPR RI, Menteri Nusron Targetkan Kebijakan Satu Peta Rampung Lebih Cepat
Pemerintahan
Aa
Aa
Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Fakta Bekasi > Blog > Olahraga > Praktisi Hukum : Dana Kontribusi 30 Persen Tidak Masuk Logika Hukum

Praktisi Hukum : Dana Kontribusi 30 Persen Tidak Masuk Logika Hukum

admin Published 01/07/2022
Share
3 Min Read
Praktisi Hukum Senior Dr Salahudin Gaffar.

CIKARANG PUSAT, Fakta Bekasi – Praktisi Hukum Senior Dr Salahudin Gaffar menyampaikan pandangannya terhadap polemik potongan bonus dengan dalih dana kontribusi yang diterima atlet paralympic. Salahudin menilai, NPC Kabupaten Bekasi yang sudah menerima dana hibah, tidak perlu lagi melakukan potongan apapun dalihnya. Potongan 30 persen dari bonus atlet tidak masuk dalam logika hukum.

“Walaupun di AD/ART diatur adanya dana kontribusi, tapi organisasi sudah menerima dana hibah maka akan terjadi over budjet. Operasional dan kebutuhan organisasi sudah dicover oleh dana hibah, jadi tidak perlu lagi ada potongan. Entry pointnya harus dilakukan audit prosedur, agar jelas seluruh penggunaan anggaran masuk dan keluar NPC,” terangnya.

Baca juga: Alih-alih Dana Kontribusi, Bonus Atlet Peparnas Dipotong 30 Persen

Menurutnya, saat ini yang paling tidak masuk akal adalah masuknya dana kontribusi ke rekening pribadi. Itu merupakan pelanggaran berat. Secara logika hukum itu merupakan kesalahan. Diperlukan adanya surat kuasa khusus adanya penarikan dana kontribusi yang masuk ke rekening pribadi.

Jika dana kontribusi masuk ke rekening pribadi dan dimasukkan kembali ke rekening organisasi, tambah Salahudin apakah jumlah besaran dananya sama?

Baca juga; Inspektorat Tunggu Perintah Periksa NPC Kab Bekasi

“Kalau menurut saya harus dikembalikan dana kontribusi atau hal ini akan menjadi persoalan hukum. Disudahi saja persoalan ini dengan mengembalikan dana kontribusi dan evaluasi kembali AD/ART organisasinya,” tutup CEO Firma Hukum Dr. Salahudin Gaffar SH & Associates ini.

Sebelumnya, National Paralympic Committe (NPC) Kabupaten Bekasi diduga melanggar hak disabilitas yang tertuang pada UU nomor 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas. Terkait adanya potongan dengan dalih dana kontribusi bagi para atlet peraih medali yang mendapatkan bonus, NPC meminta 30 persen dari bonus atlet.

Baca juga: Polemik NPCI, Disbudpora Angkat Bicara

Pada pasal 144 bab 11 UU nomor 8 tahun 2016 tentang penyandang disabilitas, setiap orang yang melakukan tindakan yang berdampak kepada bertambah, berkurang, atau hilangnya hak kepemilikan Penyandang Disabilitas tanpa mendapat penetapan dari pengadilan negeri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 142 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp500 juta. Sementara NPC hanya menggunakan AD/ART untuk menarik kembali bonus atlet sebesar 30 persen dan itu bertentangan dengan aturan diatasnya. (FB)

You Might Also Like

Pengangkatan Sumpah MPPP dan MPPW, Dirjen PHPT Kementerian ATR/BPN: Peran PPAT Krusial untuk Kualitas Layanan Pertanahan

Rp3,2 Miliar Hibah NPCI Tanpa Pertanggungjawaban

Anggota Dewan Turut Diperiksa dalam Kasus Korupsi Rp7,1 Miliar Hibah NPCI Kab. Bekasi

Polres Metro Bekasi Tetapkan Ketua dan Mantan Bendahara NPCI Tersangka Korupsi Hibah Rp7,1 M

Lebih dari 200 Atlet Tunjukkan Aksi Spektakuler di Jababeka Go Asia: The 7th Asian Dragon & Lion Dance Championship

admin 01/07/2022
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Usulkan Perbup Pengelolaan Sampah Berbasis Kemitraan, Ini Penjelasan DLHK Kab. Bekasi
Next Article Marching Band Gita Bagasasi Juara 1 Nasional

Paling Banyak Dibaca

Dugaan Korupsi TKD Desa Karang Baru, Dilaporkan Ke Kejari Cikarang
Hukum Pemerintahan 06/01/2026
Jababeka Jalin Sinergi Strategis dengan BCA pada Tahun 2025, Ratusan Unit Jababeka Bizpark Terjual
Bisnis 01/01/2026
Ketua IKA FH UPB Desak Kejari dan Inspektorat Audit Kepala Desa se-Kabupaten Bekasi
Hukum Pemerintahan 05/01/2026
Kasus TuPer DPRD Kabupaten Bekasi: LSM Tuding Kejati Jabar Tebang Pilih, 2 Tersangka Cuma Tumbal Perkara
Pemerintahan 05/01/2026
WNA Diduga Perintahkan Puluhan Orang Rusak THM di Lippo Cikarang
Hukum 07/01/2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Fakta Bekasi
Follow US

© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?