Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Reading: PT. Horas Miduk Bantah Buang Limbah B3 Sembarangan
Share
Sign In
Notification
Latest News
Masyarakat Nilai Pelayanan Pertanahan Kementerian ATR/BPN Semakin Cepat dan Informatif
Pemerintahan
Menteri Nusron: Pemerintah Kuasai Kembali Jutaan Hektare Kawasan Hutan dari Praktik Penyalahgunaan
Pemerintahan
Bahas Penyelesaian Permasalahan Tanah dalam Kawasan Hutan Bersama Tim Pansus DPR RI, Menteri Nusron: Tak Terlepas dari Reforma Agraria
Pemerintahan
Negara Hadir di Kawasan Perbatasan, Wamen Ossy: Telah Disahkan Perpres untuk Delapan Rencana Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara
Pemerintahan
Raker Bersama Pansus DPR RI, Menteri Nusron Targetkan Kebijakan Satu Peta Rampung Lebih Cepat
Pemerintahan
Aa
Aa
Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Fakta Bekasi > Blog > Pemerintahan > PT. Horas Miduk Bantah Buang Limbah B3 Sembarangan

PT. Horas Miduk Bantah Buang Limbah B3 Sembarangan

admin Published 16/06/2020
Share
3 Min Read

Fakta Bekasi, CIKARANG PUSAT—Terkait gugatan pencemaran lingkungan limbah B3 yang diwakili LSM Gemantara kepada tergugat PT. Horas Miduk ke Pengadilan Negeri Cikarang, atas nama pihak yang dirugikan Yopi Budi Setiawan, penggugat mengklaim mengalami kerugian material karena tanah miliknya tercemar limbah oli bekas. Yopi menuntut ganti rugi kepada PT Horas Miduk dengan rincian Rp 300 juta untuk mengganti tanah yang tidak bisa diproduksi lagi, kerugian bibit ikan dalam proses pembiakan sebesar Rp 3 Miliar dan kerugian atas hilangnya keuntungan atas panen (cocok tanam) sebesar Rp 10 Miliar.

Menanggapi permasalahan tersebut, PT Horas Miduk mengklaim bahwa pihaknya tidak pernah membuang limbah B3 ke tanah warga. Horas Miduk memiliki tempat pemusnahan limbah B3 di wilayah Sukabumi. Bahkan setiap kegiatan pengiriman limbah B3, diasuransikan agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Direktur PT Horas Miduk, Ruben Zaenal mengatakan, pihaknya tidak mengetahui adanya pembuangan limbah B3 miliknya disembarang tempat, apalagi tanah milik warga. Pihaknya sudah memiliki tempat pemusnahan limbah B3 di Sukabumi dan seluruh prosesnya diawasi dan diasuransikan.

“Kami tidak tahu kenapa ada pihak yang menggugat perusahan kami, sementara kami tidak pernah membuang atau memusnakan limbah B3 ke tanah milik warga. Kami pastikan itu bukan dari kami,” terangnya.

Ruben menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan pengecekan ke perusahaan dan tidak ada aktivitas pengiriman barang ke lokasi pembuangan milik warga. Ruben menilai bahwa gugatan warga yang dirugikan perusahaan miliknya adalah salah.

“Kami tidak pernah membuang limbah B3 sembarangan. Kami memiliki lokasi pemusnahan yang sudah lengkap ijinnya di Sukabumi. Kami pun heran ada warga yang menggugat lantaran limbah B3 yang dianggap milik kami dibuang ke tanah miliknya. Kami pastikan itu bukan limbah kami, seluruh kegiatan kami dilakukan sesuai prosedur dan aturan,” paparnya.

Ruben memastikan bahwa PT Horas Miduk memiliki kelengkapan perijinan dalam proses pengolahan limbah, pengiriman limbah sampai pada pemusnahan limbah B3. Sehingga jika terjadi kesalahan dalam setiap prosesnya, maka tercover oleh asuransi.

“Seluruh truk yang mengirim limbah B3 sudah diasuransikan. Sehingga prosesnya kami jamin aman dan tidak merugikan pihak manapun. Kami pun berharap gugatan ini bisa diselesaikan sehingga tidak ada pihak yang dirugikan,” kata Ruben.

Ditambahkan, sampai saat ini PT Horas Miduk belum menggunakan kuasa hukum untuk menyelesaikan perkara ini. Sebab, berdasarkan data perusahaan tidak ditemukan adanya aktivitas pengiriman limbah B3 ke tanah milik warga. Apalagi, limbah B3 berupa oli bekas merupakan limbah yang memiliki nilai ekonomi yang bisa diperjualbelikan.

“Kami belum pakai jasa kuasa hukum, karena menurut kami tidak ada kesalahan di pihak kami. Lagipula, limbah oli bekas kan bisa diperjualbelikan, jadi tidak mungkin kami buang,” pungkasnya.

Sekedar informasi, sidang pertama gugatan dilakukan pada Senin 15 Juni 2020 dan sidang lanjutan kedua akan dilaksanakan pada 27 Juni mendatang. (mot/ddk)    

You Might Also Like

Masyarakat Nilai Pelayanan Pertanahan Kementerian ATR/BPN Semakin Cepat dan Informatif

Menteri Nusron: Pemerintah Kuasai Kembali Jutaan Hektare Kawasan Hutan dari Praktik Penyalahgunaan

Bahas Penyelesaian Permasalahan Tanah dalam Kawasan Hutan Bersama Tim Pansus DPR RI, Menteri Nusron: Tak Terlepas dari Reforma Agraria

Negara Hadir di Kawasan Perbatasan, Wamen Ossy: Telah Disahkan Perpres untuk Delapan Rencana Tata Ruang Kawasan Perbatasan Negara

Raker Bersama Pansus DPR RI, Menteri Nusron Targetkan Kebijakan Satu Peta Rampung Lebih Cepat

admin 16/06/2020
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Remaja di Cibitung Tewas Kesetrum Saat Main TikTok
Next Article Pemkab Bekasi Terima Bantuan Pusat Daur Ulang Sampah

Paling Banyak Dibaca

Dugaan Korupsi TKD Desa Karang Baru, Dilaporkan Ke Kejari Cikarang
Hukum Pemerintahan 06/01/2026
Jababeka Jalin Sinergi Strategis dengan BCA pada Tahun 2025, Ratusan Unit Jababeka Bizpark Terjual
Bisnis 01/01/2026
Ketua IKA FH UPB Desak Kejari dan Inspektorat Audit Kepala Desa se-Kabupaten Bekasi
Hukum Pemerintahan 05/01/2026
Kasus TuPer DPRD Kabupaten Bekasi: LSM Tuding Kejati Jabar Tebang Pilih, 2 Tersangka Cuma Tumbal Perkara
Pemerintahan 05/01/2026
WNA Diduga Perintahkan Puluhan Orang Rusak THM di Lippo Cikarang
Hukum 07/01/2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Fakta Bekasi
Follow US

© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?