Minggu , 15 September 2019
Kantor DPRD Kabupaten Bekasi

Setwan DPRD Jadikan Gapura MM2100 Ikon Kab Bekasi

Facebooktwittergoogle_plusmail
Foto: Istimewa/ Fakta Bekasi.
Foto: Istimewa/ Fakta Bekasi.

Fakta Bekasi, CIKARANG PUSAT – Pemkab Bekasi tidak memiliki keseriusan dalam hal kajian sejarah dan budaya. Bahkan selama ini, hal ini terkesan parsial. Minimnya ikon Kabupaten Bekasi membuat Sekretariat DPRD Kabupaten Bekasi menggunakan gapura milik kawasan industri MM2100 pada bendera yang terpampang di gedung wakil rakyat, padahal ini bisa dianggap sebagai monopoli usaha dan menciderai budaya Kabupaten Bekasi.

Direktur Eksekutif Tiksa Institute, Ahmad Djaelani menjelaskan, Kabupaten Bekasi kaya akan budaya dan peninggalan bersejarah, maka diperlukan riset dan penelitian terlebih dahulu untuk menentukan ikon budaya Bekasi. Karena budaya Bekasi dalam perkembangannya hingga sekarang kental dipengaruhi oleh budaya Sunda, Jawa, dan lainnya.

“Karena tidak ada kajian yang serius mengenai ini (sejarah dan budaya) dan  menjadikan kawasan industri sebagai ikon pariwisata Kabupaten Bekasi, menandakan ketidakmampuan serta ketidakberdayaan Pemkab Bekasi dalam menggali sejarah dan kebudayaan Bekasi,” terang Djaelani.

Padahal, tambah Djaelani, selain industri, banyak aspek sejarah budaya yang sangat layak dijadikan ikon dan program pariwisata. Di Kabupaten Bekasi ada potensi cagar budaya nasional seperti Mesjid Al Mujahidin Cibarusah dan Situs Buni Babelan. Belum lagi wilayah Bekasi yang pernah menjadi pusat Kerajaan Tarumanagara. Ini semua bisa diangkat sebagai identitas budaya Kabupaten Bekasi.

“Karena itu kami mempertanyakan kenapa gapura MM2100 bisa menjadi ikon di Kabupaten Bekasi dan terpampang di bendera Sekretariat DPRD. Sementara peninggalan sejarah dan budaya malah tidak masuk menjadi ikon pariwisata?,” tanya Djaelani.

Menurutnya, aspek sejarah budaya bisa dijadikan landmark Kabupaten Bekasi, menjadi ikon di wilayah perbatasan (tugu, gapura), gerbang kantor kantor pemerintah dan swasta. Jika Pemkab Bekasi tidak melakukan akomodir terhadap peninggalan sejarah dan warisan budaya ditengah laju urbanisasi di Bekasi yang kencang, bukan tidak mungkin Kabupaten Bekasi akan semakin kehilangan identitas dan jati.

“Kalau begini terus, maka jati diri dan identitas Kabupaten Bekasi hilang, diganti dengan ikon kawasan industri yang justru menguntungkan swasta dan tidak memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kabupaten Bekasi,” pungkasnya.

Sementara, sekretaris DPRD Kabupaten Bekasi, Ahmad Kosasih belum memberikan komentar terkait bendera sekretariat DPRD yang memasang gapura MM2100 sebagai salah satu ikon Kabupaten Bekasi. Selain itu, pada bendera tersebut juga memasang tiga topeng, terompet tanjidor, buah, dan berbagai gedung lainnya dengan background batik.  (mot)

Facebooktwittergoogle_plusmail