Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Reading: Proyek ‘Komedi’ Tahap 1 Gedung Squash Bakal Dilaporkan
Share
Sign In
Notification
Latest News
Lewat Etalase UMKM Lokal, Lippo Cikarang Dukung UMKM dan Kemandirian Ekonomi Lokal
Bisnis Pemerintahan
Gerindra Usul Pansus PAD, Soroti Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah Kab. Bekasi
Pemerintahan
Sampaikan Orasi Kebangsaan di Rakor Regional KAHMI, Menteri Nusron: Penting untuk Mengambil Keputusan secara Adil
Pemerintahan
Pembinaan di Kanwil BPN Provinsi Maluku Utara, Menteri Nusron: Tugas Saya sebagai Menteri adalah Memberikan Kepastian dan Harapan
Pemerintahan
Cegah Terjadinya Konflik Atas Tanah Keagamaan di Maluku Utara, Menteri Nusron Dorong Percepatan Sertipikasi
Pemerintahan
Aa
Aa
Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Fakta Bekasi > Blog > Pemerintahan > Proyek ‘Komedi’ Tahap 1 Gedung Squash Bakal Dilaporkan

Proyek ‘Komedi’ Tahap 1 Gedung Squash Bakal Dilaporkan

admin Published 18/01/2024
Share
3 Min Read
Pembangunan tahap 1 gedung squash.
Pembangunan tahap 1 gedung squash.

Fakta Bekasi, CIKARANG PUSAT – Pembangunan tahap 1 gedung squash di hutan kota kompleks Pemkab Bekasi akan segera dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Cikarang. Tidak hanya itu, Inspektorat juga akan melakukan pemeriksaan sesuai program kerja pengawasan tahunan. Yang menjadi poin dalam proyek komedi ini adalah lokasi gedung, penyerapan anggaran, spesifikasi material bangunan, perijinan, kontraktor pelaksana dan pembagian pekerjaan pada tiap tahapan.

Gedung sqush dibangun di hutan kota kompleks Pemkab Bekasi sudah menyalahi block plan nomor 652.16/CK.TR.BP/A/2024. Bangunan yang tidak sesuai dengan block plan, wajib mengantongi SK dari bupati.
Gedung squash yang dibangun secara bertahap juga diduga tidak memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan feasibility study (kelayakan proyek).

Ketua LSM Jaringan Aktivis Pemuda dan Mahasiswa Bekasi (JAPMI) Mat Atin mengungkapkan, seluruh puzzle proyek komedi ini sudah tersusun rapih dan dalam waktu dekat akan dilaporkan kepada Kejari Cikarang. Puzzle berupa perijinan, penyerapan anggaran, kontraktor pelaksana yang diketahui ternyata background usahanya transporter limbah B3, material bangunan yang tidak sesuai, dan pemilihan lokasi akan menjadi gambaran utuh saat pelaporan.

“Semua potongan-potongan gambar ini akan kami laporkan. Dengan begitu akan lebih jelas nantinya, apakah pemda kelebihan bayar atau tidak, ada kesalahan lokasi dan administrasi atau tidak,” terangnya.

Baca juga: Proyek ‘Komedi’ Gedung Squash Dibangun Asal Jadi

Terpisah, Plt Kepala Inspektorat Kabupaten Bekasi Sutisna mengungkapkan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan pada seluruh kegiatan di Kabupaten Bekasi berdasarkan program kerja pengawasan tahunan. Nantinya, setiap pekerjaan dengan anggaran yang besar akan menjadi prioritas pemeriksaan.

“Kami akan periksa berdasarkan program kerja pengawasan tahunan. Bulan depan juga rencananya sudah mulai dilakukan pemeriksaan oleh BPK. Jadi tunggu saja hasil pemeriksaannya,” katanya.

Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Bekasi, Sunandar mengungkapkan, pihaknya belum melakukan pembahasan dengan Disbudpora terkait gedung squash. Melalui telepon Sunandar mengatakan, pihaknya belum mengetahui tentang gedung squash dan belum ada pertemuan dengan Disbudpora.

“Saya belum bisa ngomong karena belum ada pembahasan soal itu, nanti setelah ada pembahasan akan saya infokan lagi,” kata Sunandar.

Sebelumnya, Pembangunan tahap 1 gedung squash yang menelan anggaran Rp8,7 miliar lebih, terindikasi merugikan negara. Pasalnya, pekerjaan yang dimulai pada 12 september 2023 hingga 11 desember 2023, gedung olahraga squash baru selesai dikerjakan pada 31 desember 2023. Hasil pekerjaan pun berdasarkan penilaian tenaga ahli, terdapat banyak pekerjaan yang tidak layak serta kurang maksimal. Sementara pada proses pencairan pekerjaan, Pemkab Bekasi melalui Disbupora membayar 100 persen proyek ‘komedi’ ini. (mot)

You Might Also Like

Lewat Etalase UMKM Lokal, Lippo Cikarang Dukung UMKM dan Kemandirian Ekonomi Lokal

Gerindra Usul Pansus PAD, Soroti Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah Kab. Bekasi

Sampaikan Orasi Kebangsaan di Rakor Regional KAHMI, Menteri Nusron: Penting untuk Mengambil Keputusan secara Adil

Pembinaan di Kanwil BPN Provinsi Maluku Utara, Menteri Nusron: Tugas Saya sebagai Menteri adalah Memberikan Kepastian dan Harapan

Cegah Terjadinya Konflik Atas Tanah Keagamaan di Maluku Utara, Menteri Nusron Dorong Percepatan Sertipikasi

admin 18/01/2024
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Infaq Perumda Tirta Bhagasasi Disoal
Next Article Tahun 2024 Baru Jalan Dua Pekan, Jababeka Sudah Diguyur Dua Mega Investor Asal Jepang

Paling Banyak Dibaca

Membludak, Puluhan Ribu Orang Kunjungi Jababeka di Event Sakura Matsuri 2025
Bisnis 30/07/2025
Menteri Nusron Tegaskan Target Sertipikasi Wakaf hingga 2028
Pemerintahan 06/08/2025
Tumbangkan Lawan Tangguh, Mandala Raih 2 Medali Perunggu Copa Da Indonesia 2025
Olahraga 09/08/2025
Luncurkan Pelatihan Macrame, Lippo Cikarang Dukung Penuh UMKM Kabupaten Bekasi
Bisnis Pemerintahan 30/07/2025
Menteri ATR/BPN: Rumah dan Sekolah Harus Dibangun Tanpa Korbankan Sawah
Pemerintahan 07/08/2025
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Fakta Bekasi
Follow US

© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?