Fakta Bekasi, CIKARANG PUSAT- Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi DH diketahui saat ini jarang menghadiri kegiatan perusahaan. Petinggi perusahaan plat merah itu diketahui tak terlihat batang hidungnya sejak dalam rangkaian halal bihalal ke cabang-cabang. Ditambah, banyaknya persoalan yang menyangkut dirinya dalam hal dugaan nepotisme penerimaan pegawai baru dan tertulis namanya dalam BAP KPK salah satu dewan pengawas yang pernah menjadi saksi dalam kasus suap ijon proyek.
Hal itu terlihat dari sekian kegiatan pasca lebaran hanya direktur umum yang tak pernah hadir. Itu membuat karyawan bertanya-tanya.
“Kok sejak halal bihalal sampai kegiatan penting direksi sama karyawan cuma direktur umum yang gak pernah kelihatan,” kata salah seorang pegawai magang di Perumda Tirta Bhagasasi.
Wanita yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan, tidak hanya sekali ketidakadiran satu direksi itu diprogram usai lebaran. Pada acara buka bersama dengan jajaran direksi dan karyawan juga tidak hadir.
“Kenapa sih? kayanya ogah banget ketemu sama kita yang dibawah. Inget pak kita juga kerja disini hargain dong,” ketus wanita berkerudung ini.
Ketidakhadiran Dirum dalam kegiatan internal perusahaan itu terlihat terjadi jarak. Kekompakan antara karyawan dan direksi sudah mulai terlihat jelas.
Pengamat Kebijakan Publik Hamludin menyayangkan adanya pejabat yang enggan ikut dalam setiap kegiatan perusahaannya sendiri. Padahal kata dia, kegiatan internal itu salah satu ajang komunikasi antara pimpinan dan para pegawai
“ini sudah tidak benar, kelihatan sekali ada ketidakharmonisan. Seharusnya, kegiatan itu jadi komunikasi aktif antara pimpinan dan pegawai Perumda,” kata dosen Universitas Muhamadiyah Bekasi ini.
Dia pun meminta kuasa pemilik modal segera mengevaluasi pejabat tersebut. Jangan sampai ada masalah dikemudian hari.
“Seperti sebelumnya saya sampaikan, perusahaan akan baik jika komunikasi dan manajemennya baik. Sebaiknya pak Plt Bupati evaluasi pejabat tersebut,” ucapnya. (***)