JAKARTA—Tim Olimpiade Biologi Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa pada ajang Open International Biology Olympiad (OIBO) 2026 yang diselenggarakan pada 15–22 Mei 2026 di Sirius Educational Center, Federasi Rusia. Pada kompetisi internasional tersebut, delegasi Indonesia berhasil meraih total enam medali individu, terdiri atas 1 medali emas, 4 medali perak, dan 1 medali perunggu, di tengah persaingan sekitar 100 siswa dari 18 negara peserta.
Medali emas individu berhasil diraih oleh Derickson Lee (SMAS Mondial Batam). Sementara itu, empat medali perak diraih oleh Afrand Mirza Herwinsyah (SMAN 8 Jakarta), Faiq Ismael (SMAN 8 Jakarta), Keisya Dhindra Prabowo (SMA ABBS Surakarta), dan Chynthia Wibowo (SMAK BPK Penabur Kota Tangerang). Adapun medali perunggu diraih oleh Brevin Lois Surbakti (SMP Swasta Methodist-2 Medan).
Kompetisi individu pada OIBO 2026 menguji kemampuan peserta melalui serangkaian tes teori dan praktikum biologi tingkat lanjut. Para peserta menghadapi dua ujian praktikum utama, yaitu Animal Biology dan Plant Biology, yang masing-masing dikerjakan dalam waktu dua jam. Selain itu, peserta juga harus menyelesaikan satu set tes teori komprehensif selama empat jam yang mencakup berbagai cabang ilmu biologi klasik maupun modern.
Tidak hanya unggul pada kategori individu, Tim Indonesia juga berhasil menambah prestasi melalui kategori beregu (team project) dengan meraih medali emas untuk proyek identifikasi keragaman zooplankton di pesisir Laut Hitam. Prestasi ini menunjukkan kemampuan siswa Indonesia dalam kerja sama tim, pengamatan ilmiah, serta analisis biologi secara komprehensif.
Keikutsertaan Indonesia pada ajang ini merupakan hasil pembinaan dan seleksi yang dilakukan oleh Tim Olimpiade Biologi Indonesia (TOBI). Seluruh anggota tim telah melalui proses seleksi nasional dan pembinaan intensif sebelum diberangkatkan ke Rusia. Tim Indonesia didampingi oleh Agus Dana Permana, Fauzi Nasution, dan Ahmad Faizal dari Tim Olimpiade Biologi Indonesia sebagai pendamping delegasi.
Capaian ini menjadi tonggak penting bagi Indonesia pada partisipasi perdana di Open International Biology Olympiad. Prestasi tersebut sekaligus mencerminkan kualitas pembinaan Olimpiade Biologi di Indonesia yang terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat internasional.
Menariknya, keberangkatan delegasi Indonesia tahun ini dilaksanakan dengan dukungan finansial swadaya dari orang tua siswa. Meskipun dengan keterbatasan dukungan pendanaan, para siswa Indonesia tetap mampu menunjukkan prestasi yang sangat kompetitif di tingkat internasional.
Selain mengikuti kompetisi, para siswa Indonesia juga memperoleh kesempatan untuk membangun jejaring internasional dengan peserta dari berbagai negara. Interaksi lintas budaya dan diskusi ilmiah dengan siswa-siswa terbaik dunia menjadi pengalaman berharga yang memperluas wawasan global para peserta. Delegasi Indonesia juga berkesempatan menikmati suasana kawasan Sirius, wilayah pendidikan dan sains modern di Federasi Rusia yang sebelumnya dikenal sebagai lokasi penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin 2014.
Tim Olimpiade Biologi Indonesia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses pembinaan dan keberangkatan delegasi, termasuk para pembina, sekolah, orang tua, alumni, dan mitra pendukung lainnya. Diharapkan keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus mengembangkan minat dan prestasi di bidang sains, khususnya biologi.
TOBI berharap bahwa keikutsertaan Indonesia pada Open IBO dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang, tentunya dengan dukungan yang lebih kuat dari kementerian terkait maupun bantuan sponsor dari berbagai pihak. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan pembinaan talenta muda Indonesia di bidang sains serta memperluas kesempatan siswa Indonesia untuk berkompetisi di tingkat global. (****)