Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Reading: Maraknya Sales Perumahan Madina City Bikin Resah Masyarakat Cabangbungin
Share
Sign In
Notification
Latest News
Kementerian ATR/BPN Pastikan Kesiapan Lahan Huntap dan Huntara bagi Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatera
Pemerintahan
Sinkronisasi Program Kegiatan Tahun 2027, Sekjen ATR/BPN Tekankan Konsistensi Pusat dan Daerah
Pemerintahan
Pengangkatan Sumpah MPPP dan MPPW, Dirjen PHPT Kementerian ATR/BPN: Peran PPAT Krusial untuk Kualitas Layanan Pertanahan
Olahraga
Ikuti Peluncuran 166 Sekolah Rakyat, Wamen Ossy: Setiap Anak Indonesia Berhak atas Pendidikan yang Layak
Pemerintahan
Pastikan Ketersediaan Lahan dan Kepastian Hukum Kawasan Swasembada Pangan di Papua Selatan, Menteri Nusron Ungkap Telah Terbitkan Hak Seluas 328 Ribu Hektare
Pemerintahan
Aa
Aa
Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Fakta Bekasi > Blog > Pemerintahan > Maraknya Sales Perumahan Madina City Bikin Resah Masyarakat Cabangbungin

Maraknya Sales Perumahan Madina City Bikin Resah Masyarakat Cabangbungin

admin Published 10/10/2018
Share
2 Min Read

Fakta Bekasi, CABANGBUNGIN- Maraknya sales yang memasaran perumahan elit Madina City yang rencananya akan dibangun di Desa Setialaksana, Kecamatan Cabangbungin membuat resah masyarakat setempat.

Akan tetapi sampai saat ini progres pembangunan perumahan yang tersiar kabar akan menggusur lahan pertanian sebanyak -/+ 160 hektare itu belum terlihat. Karena yang terlihat saat ini masih hamparan sawah yang produktif.

Salah satu Tokoh masyarakat Desa Setialaksana, M. Heri Wijaya mengatakan, diriya dan masyarakat lainnya merasa kuatir akan maraknya sales-sales yang menawarkan perumahan mewah itu. Karena khawatir ada dugaan indikasi penipuan kepada masyarakat.
Seperti yang selama ini marak di Pemberitaan..

“Kami sebagai masyarakat Bingung, Pembangunanya masih nol persen tapi sudah gencar dipasarkan,” ujarnya kepada wartawan Rabu (10/10).

Ditambahkanya mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 tahun 2011 Tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman. perjanjian jual beli yang dimungkinkan setelah pengembang sudah memenuhi persyaratan mulai dari status kepemilikan tanah, kepemilikan IMB Induk, Kesedian memiliki Prasarana dan Utilitas Umum dan Keterbangunan Perumahan yang dimaksud paling sedikit 20 persen.

“Sepengetahuan kami sebagai calon pembeli sesuai Undang-Undang Nomor 1 tahun 2011.Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPBJ) bisa dilakukan jika perumahannya sudah terbangun minimal 20 % (Dua Puluh persen ) dan faktanya saat ini dilapangan masih 0% ( nol persen), ” bebernya.

Masih kata dia, dirinya berharap kepada semua pihak terkait di Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi bisa menyikapi yang terjadi di masyarakat dengan memanggil dan mempertanyakan kepada para pihak pengembang sudah sejauh mana progres, legalitas tanah dan perizinannya dan setelah itu bisa mensosialisasikannya kepada  masyarakat. Sehingga, dengan demikian tidak menjadi kontroversi dimasyarakat benar tidaknya pembangunannya perumahan tersebut.

“Kami berharap dalam hal ini  pemerintah Kabupaten Bekasi atau dinas terkait turun tangan. sebelum ada masyarakat yang dirugikan,” harapnya.

Sementara Camat Cabangbungin Suwarto mengaku tidak tahu terkait perumahan yang dimaksud.sebab kata dia,sampai saat ini belum ada satu pun dari pihak pengembang yang datang melaporkan atau melakukan berkordinasi ke pemerintah kecamatan Cabangbungin.

“Saya tidak tahu, saya tahu ini saja dari kamu. Bagaimana mau bertindak kalau belum tahu,” singkatnya. (FB)

You Might Also Like

Kementerian ATR/BPN Pastikan Kesiapan Lahan Huntap dan Huntara bagi Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatera

Sinkronisasi Program Kegiatan Tahun 2027, Sekjen ATR/BPN Tekankan Konsistensi Pusat dan Daerah

Ikuti Peluncuran 166 Sekolah Rakyat, Wamen Ossy: Setiap Anak Indonesia Berhak atas Pendidikan yang Layak

Pastikan Ketersediaan Lahan dan Kepastian Hukum Kawasan Swasembada Pangan di Papua Selatan, Menteri Nusron Ungkap Telah Terbitkan Hak Seluas 328 Ribu Hektare

Penuhi Kebutuhan Masyarakat akan Pelayanan, Kementerian ATR/BPN Tengah Menyusun Pola Pembinaan Kapasitas SDM

admin 10/10/2018
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Pengusaha Karoke Minta Pemda Berikan Kebijakan
Next Article Reforma Agraria Mulai Disosialisasikan di Kabupaten Bekasi

Paling Banyak Dibaca

Dugaan Korupsi TKD Desa Karang Baru, Dilaporkan Ke Kejari Cikarang
Hukum Pemerintahan 06/01/2026
Lampaui Target, BPN Kab. Bekasi Puncaki Volume Layanan Pertanahan Se-Jawa Barat
Pemerintahan 26/12/2025
Jababeka Jalin Sinergi Strategis dengan BCA pada Tahun 2025, Ratusan Unit Jababeka Bizpark Terjual
Bisnis 01/01/2026
Ketua IKA FH UPB Desak Kejari dan Inspektorat Audit Kepala Desa se-Kabupaten Bekasi
Hukum Pemerintahan 05/01/2026
Kasus TuPer DPRD Kabupaten Bekasi: LSM Tuding Kejati Jabar Tebang Pilih, 2 Tersangka Cuma Tumbal Perkara
Pemerintahan 05/01/2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Fakta Bekasi
Follow US

© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?