Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Reading: BPN Kabupaten Bekasi Sosialisasi PTSL Bersama Kepolisian, TNI, Camat Dan Perangkat Desa
Share
Sign In
Notification
Latest News
Tawarkan Sembilan Program Kerja Sama dengan KPK, Sahli ATR/BPN Ungkap Keuntungan bagi Pemerintah Daerah Se-Sulut
Pemerintahan
Kementerian ATR/BPN dan KPK Jadikan Sulut Lokasi Percontohan Transformasi Pelayanan Publik di Bidang Pertanahan
Pemerintahan
LPCK Perbarui Jajaran Dewan Komisaris dan Direksi, Perkuat Momentum Pertumbuhan Properti
Bisnis
Hormati Proses Hukum, Ahmad Dedi Bantah Lari karena Dugaan Terlibat Suap
Hukum
Melalui Liga Jabar Istimewa, Piala Ibu Kapolres Bekasi U-12 Resmi Bergulir
Olahraga
Aa
Aa
Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Fakta Bekasi > Blog > Pemerintahan > BPN Kabupaten Bekasi Sosialisasi PTSL Bersama Kepolisian, TNI, Camat Dan Perangkat Desa

BPN Kabupaten Bekasi Sosialisasi PTSL Bersama Kepolisian, TNI, Camat Dan Perangkat Desa

admin Published 23/03/2018
Share
4 Min Read

Faktabekasi.com, CIKARANG SELATAN – Personel Kepolisian,TNI turut dilibatkan dalam program PTSL. Dalam kegiatan tersebut, mereka diberi pemahaman tentang berbagai hal kepengurusan tanah. Demi membantu petugas dilapangan, para pesonel TNI dan Polri ini pun diminta turut menyosialisasikan program pertanahan tersebut.

“Sesuai dengan program pusat, pengerusuan tanah itu merupakan kerja bersama, jadi semua pihak. Kemudian polisi dan TNI itu lebih tahu di lapangan dan lebih dekat dengan masyarakat, makanya mereka turut berperan,” ucap Kepala Kantor Pertanahan Nasional Kabupaten Bekasi, Deni Santo saat menggelar kegiatan bersama Kepolisian Resor Metro Bekasi Kabupaten di Cikarang Selatan, Jumat (23/3).

Menurutnya, selain para personel keamanan, hadir pula para perangkat desa di sejumlah desa di Kabupaten Bekasi. Dalam kesempatan tersebut, TKD atau yang dikenal denga istrilah tanah bengkok, menjadi salah satu persoalan yang banyak dipertanyakan.

Sejumlah aparat desa memertanyakan kepengurusan sertifikat TKD. Pasalnya, sejauh ini, mereka hanya mengetahui lokasi TKD namun tidak memiliki bukti hukum yang kuat.

“Maka dari itu saya dorong agar TKD ini turut didaftarkan dalam PTSL sesuai aturan, diberlakukan bagi seluruh bidang tanah yang belum tersertifikat. Termasuk tanah yang dipakai lembaga pendidikan, tanah wakaf, tanah tempat peribadatan dan juga TKD. Itu segera didaftarkan, maka nanti atas namanya desa yang dikelola oleh pemerintah desa,” ucapnya.

Selanjutnya, Pemerintah desa diminta segera mengajukan tanah kas desa (TKD) dalam program Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap. Pasalnya, aset negara yang dikelola pihak desa itu jumlahnya diprediksi besar, tapi tidak semua terdaftar.

“Jumlahnya TKD itu besar, tadi (kemarin) saja ada yang bilang sampai 18 hektar tapi sayangnya belum bersertifikat. Itu besar loh, perumahan saja paling hanya sekitar enam hektar,” tegasnya.

Sambungnya, target 50.500 Sertifikat pada tahun pertama PTSL dilaksanakan, tahun 2017, tidak ada TKD yang didaftarkan padahal jumlahnya diyakini besar. Maka dari itu, mulai 2018, BPN Kabupaten Bekasi turut mendorong sertifikasi TKD mencapai target yang dicanangkan.

“Target PTSL di Kabupaten Bekasi itu 50.500 bidang tanah, 500 bidang di antaranya untuk usaha kecil menengah. Target itu harus sudah tercapai hingga Oktober ini. Maka jika TKD itu turut disertifikatkan, maka akan ada peningkatan target yang dicapai secara signifikan,” tuturnya.

Seperti diketahui, semula TKD merupakan aset negara yang dikelola pemerintah daerah. Namun, dengan adanya Undang-undang 6 tahun 2014 tentang Desa, pengelolaan TKD diserahkan pada pemerintah desa. TKD menjadi salah satu kekayaan desa yang dapat dimanfaatkan menjadi penghasilan desa.

“Jadi setelah disertifikatkan, sebenarnya pemdes lebih leluasa memanfaatkan TKD. Dalam artian, mereka dapat menyewakannya dengan hasil sewanya masuk ke kas desa. Ini pun penting untuk memenuhi kelengkapan administrasi di mata hukum,” katanya.

Tempat terpisah, Cegah Hoax dalam kesempatan yang sama, Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat Polrestra Muryono, pihaknya masih terus mempelajari proses pengurusan tanah. Menurut dia, hal itu penting agar dapat nantinya dapat disosialisasikan kepada masyarakat secara seksama.

“Maka kami wajibkan personel untuk mempelajari dulu sampai betul paham, kemudian disampaikan pada masyarakat. Kami dari kepolisian sangat serius dalam mendukung PTSL ini, karena apa? Kami tidak ingin ada kesimpangsiuran informasi di masyarakat. Maka saya sangat mewanti-wanti agar pengurusan tanah ini jangan sampai dicampuri informasi-informasi hoax,” katanya.

Sejauh ini, kata Muryono, belum ada laporan tentang informasi hoax di bidang pengurusan tanah. Meski begitu, pihaknya tetap mengantisipasi hal tersebut.

“Jangan sampai ada berita hoax yang tersebar, kemudian kami pun mencegah agar jangan sampai ada pungutan liar terkait pengurusan tanah di desa, serta kami juga turut mengawasi persoalan TKD ini,” pungkasnya. (ger).

You Might Also Like

Tawarkan Sembilan Program Kerja Sama dengan KPK, Sahli ATR/BPN Ungkap Keuntungan bagi Pemerintah Daerah Se-Sulut

Kementerian ATR/BPN dan KPK Jadikan Sulut Lokasi Percontohan Transformasi Pelayanan Publik di Bidang Pertanahan

Loh.. Loh.. Loh.. Sport Plus Cibarusah Diduga Terindikasi Kelebihan Bayar

Tingkat Pengangguran 8,78%: Industri, Pemerintah, dan Sekolah Duduk Bersama Susun Solusi Nyata untuk SDM SMK Kab. Bekasi

PAPURINSI Perkenalkan Platform Digital Penguatan Ekosistem Industri Bekasi

admin 23/03/2018
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Peringati HAD Pencemaran Lingkungan dan Air Jadi Sorotan
Next Article Pelatcab PBSI Menang Mudah di Final Kapolres Cup 2018

Paling Banyak Dibaca

Alumni GMNI Bekasi Minta KPK Panggil DH Sebelum Berangkat Haji
Pemerintahan 28/04/2026
Wamen Ossy: Revisi RTRWN Jadi Kunci Percepatan Pengembangan Jaringan Kereta Nasional
Pemerintahan 30/04/2026
Serahkan Ganti Kerugian Tol Cibitung – Cilincing, Kepala Kantor Pertanahan Kab. Bekasi Pastikan Hak Warga Tersalurkan Dengan Aman
Pemerintahan 29/04/2026
Kumpulkan Pengurus Organisasi Keagamaan Islam di NTB, Menteri Nusron Ajak Kerja Sama Selesaikan Sertipikasi Tanah Wakaf
Pemerintahan 30/04/2026
Dari Penjualan Impresif ke Serah Terima, Jababeka Bizpark Perkuat Ekosistem Bisnis
Bisnis 01/05/2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Fakta Bekasi
Follow US

© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?