Selasa , 20 Agustus 2019
Salah satu trotoar ramah penyandang disabilitas yang dibangun Pemkab Bekasi.

Pemkab Bekasi Bakal Bangun Kembali Trotoar Ramah Penyandang Disabilitas Tahun Ini

Facebooktwittergoogle_plusmail

Fakta Bekasi, CIKARANG PUSAT–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi terus berupaya memperhatikan hak pejalan kaki dan penyandang disabilitas. Guna memenuhinya, Pemkab Bekasi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kembali akan membangun trotoar yang dirancang ramah bagi penyandang disabilitas di tahun 2019.

Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha mengatakan, pada tahun 2019 Dinas PUPR mengalokasikan anggaran sekitar Rp 19,8 miliar untuk pembangunan jalan dan trotoar di lima titik wilayah Kabupaten Bekasi.

“Yaitu Pembangunan Saluran dan Trotoar Jalan Batas Kota-Puloputer sepanjang 840 meter dengan anggaran sebesar Rp 2 miliar, Jalan Cibuntu-Setu 2 km dengan anggaran Rp 5 miliar, Jalan Batas Kota – Cibitung sisi utara Kalimalang 1,7 km sebesar Rp 5 miliar, Jalan Cibitung-Tegalgede sisi utara Kalimalang sepanjang 2,2 km Rp 5 miliar dan Jalan Batas Kota-Pangkalan sepanjang 1,2 km dengan anggaran Rp 2,8 miliar,” kata Iman, Jum’at (8/2/2019).

Dikatakan dia, pada tahun  2018 lalu, Pemkab Bekasi melalui Dinas PUPR telah menyeleasaikan pembangunan saluran air dan trotoar di empat titik wilayah Kabupaten Bekasi dengan alokasi anggaran sekitar Rp 10 miliar lebih.

“Untuk tahun lalu diantaranya, Jalan Kandanggereng-Tegaldanas sepanjang 1 km, Jalan Tegaldanas-Tegalgede 3,5 km, Jalan Arifrahman Hakim 1,5 km dan Jalan Lingkar Cikarang Timur sepanjang 2 km,” ucapnya.

Iman menambahkan, semua trotoar yang dibangun Pemkab Bekasi didesain untuk ramah disabilitas. “Sudah ada Guiding Block Tectilenya. Jadi desain kita dari tahun kemarin sudah ramah disabilitas. Guiding Block Tactile berfungsi utk memandu penyandang disabilitas tuna netra agar tidak salah jalan,” kata dia.

Menurut dia, yang dimaksud dengan desain trotoar yang ramah disabilitas yaitu adanya jalur khusus untuk penyandang disabilitas yang dipasang sepanjang trotoar.

“Fasilitas ini berperan sebagai jalur penuntun dan petunjuk bagi disabilitas khususnya tunanetra, dengan menggunakan ubin berwarna kuning dengan garis lurus dan bertekstur bulat,” tutupnya. (ADV) 

Facebooktwittergoogle_plusmail