Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Reading: Pemkot Payakumbuh Kunjungan Kerja dan Studi Banding di Pemkab Bekasi
Share
Sign In
Notification
Latest News
PAPURINSI Perkenalkan Platform Digital Penguatan Ekosistem Industri Bekasi
Pemerintahan
PSSI Kab. Bekasi Kick-Off Liga Jabar Istimewa U-10 di Stadion Mini Cikarang
Olahraga
Dari Penjualan Impresif ke Serah Terima, Jababeka Bizpark Perkuat Ekosistem Bisnis
Bisnis
Daftar Hak Pilih BPD Sumberjaya Diduga Disembunyikan Panitia
Pemerintahan
Kementerian ATR/BPN Dukung Swasembada Pangan Lewat Penguatan Kebijakan LBS, LP2B, dan LSD
Pemerintahan
Aa
Aa
Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Fakta Bekasi > Blog > Pemerintahan > Pemkot Payakumbuh Kunjungan Kerja dan Studi Banding di Pemkab Bekasi

Pemkot Payakumbuh Kunjungan Kerja dan Studi Banding di Pemkab Bekasi

admin Published 13/11/2019
Share
3 Min Read
FOTO: Istimewa/ Humas Pemkab Bekasi.

Fakta Bekasi, CIKARANG PUSAT – Pemerintah Kabupaten Bekasi menerima Kunjungan Kerja dan Studi Banding dari Pemerintah Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, pada Selasa (12/11) di Ruang Rapat Bupati, Komplek Pemda Kabupaten Bekasi. Pertemuan ini dihadiri oleh unsur Forkopimda dari kedua pemerintah daerah.

Tujuan utama dalam kunjungan kerja tersebut yakni studi banding tim Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (PAKEM) Kota Payakumbuh dengan Kabupaten Bekasi, tentang bagaimana Pemerintah Kabupaten Bekasi menangani aliran-aliran keagamaan masyarakat yang menyimpang, karena penyimpangan tersebut juga terjadi di Kota Rendang ini.

Sekretaris Daerah Uju, yang mewakili Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja dalam penyambutan rombongan, mengatakan sangat menyambut baik kunjungan kerja dan studi banding ini, dan berharap ada kesan baik dari Kabupaten Bekasi yang dapat dibawa ke kota asal.

“Kalau ada hal-hal yang bisa disampaikan dan dijalankan dengan baik, kami berharap kita dapat saling berbagi ilmu. Dan semoga ada kesan baik yang didapat dan dibawa ke Payakumbuh,” katanya.

Uju melanjutkan, bahwa kondisi geografis masyarakat Kabupaten Bekasi yang heterogen menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam menghadapi konflik keagamaan dan aliran kepercayaan masyarakat yang menyimpang.

“Ini menjadi tantangan bagi kami Pemkab Bekasi, tentang bagaimana menjaga keamanan dan kondusivitas di Kabupaten Bekasi. Seperti kata pepatah, mencegah lebih baik daripada mengobati,” ucapnya.

Walikota Payakumbuh, Riza Falepi, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pemilihan Kabupaten Bekasi sebagai tempat studi banding masalah ini karena melihat kompleksitas Kabupaten Bekasi dari sisi geografis, juga karena lokasinya yang dekat dengan ibukota. Seperti diketahui, Kabupaten Bekasi memiliki daerah yang luas yaitu lebih dari 120.000 hektar dan terdiri dari berbagai macam suku dan agama.

Riza juga mengatakan yang menjadi fokus pembahasan dan diskusi dalam kunjungan kerja ini adalah mengenai ajaran menyimpang Jamaah Nubuwah Sangga Buana.

“Kami ingin mempelajari lebih dalam tentang bagaimana Kabupaten Bekasi menangani penyebaran ajaran menyimpang Jamaah Nubuwah Sangga Buana yang berasal dari Karawang, dan menyebar hingga Kabupaten Bekasi, bagaimana tahap pendeteksian hingga penanganannya,” katanya.

Kajari Kabupaten Bekasi, Raden Rara Mahayu Dian Suryandari, sebagai ketua tim PAKEM Kabupaten Bekasi menanggapi bahwa permasalahan tentang Jamaah Nubuwah Sangga Buana secara umum tidak muncul ke permukaan dan menjadi sorotan, sehingga tidak ada pula laporan dan diproses secara pidana. Bahkan, pada Bulan Oktober lalu sebagian pimpinan dari Jamaah tersebut sudah menyatakan ikrar kembali ke Islam.

Tahap-tahap pendeteksian masalah hingga penanganannya dilanjutkan dalam sesi diskusi antara Pemerintah Kabupaten Bekasi dengan Pemerintah Kota Payakumbuh.

Pada akhir acara, kedua pemerintah daerah saling menyerahkan cinderamata yang berupa kerajinan lokal masing-masing daerah, dan diskusi dilanjutkan pada sesi ramah tamah. (adv)

You Might Also Like

PAPURINSI Perkenalkan Platform Digital Penguatan Ekosistem Industri Bekasi

Daftar Hak Pilih BPD Sumberjaya Diduga Disembunyikan Panitia

Kementerian ATR/BPN Dukung Swasembada Pangan Lewat Penguatan Kebijakan LBS, LP2B, dan LSD

Mudik Lebih Tenang, Pantau Proses Pemberkasan di Kantah Hanya dari Genggaman Tangan

Cerita Masyarakat yang Manfaatkan Layanan Pertanahan Terbatas di Libur Idulfitri

admin 13/11/2019
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Pentingnya Peran DWP Membentuk Ketahanan Keluarga
Next Article Setelah Kurang Kelas, Kini Plafon Ambruk

Paling Banyak Dibaca

Minggu Ini, Alumni GMNI Bekasi Surati KPK
Pemerintahan 07/04/2026
Alumni GMNI Bekasi Minta KPK Panggil DH Sebelum Berangkat Haji
Pemerintahan 28/04/2026
Raih PROPER Keenam Kalinya PT Jababeka Infrastruktur Satu-satunya Kawasan Industri Raih PROPER
Bisnis 09/04/2026
Ekosistem Matang Jadi Kunci, Malibu Walk Raih Respon Pasar Positif
Bisnis 13/04/2026
Kadispora : Kendaraan NPCI Tidak Boleh Digadai
Pemerintahan 15/04/2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Fakta Bekasi
Follow US

© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?