Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Reading: Bupati Bekasi Jangan Salah Pilih Direksi Perumda Tirta Bhagasasi, Hindari ‘Cawe-cawe’ Mantan Dirut!
Share
Sign In
Notification
Latest News
Hiace NPCI Digadai, AR dan SY Saling Lempar Jawaban
Pemerintahan
Gakkum DLH Tunggu Laporan Yayasan Al Husiniyyatul Khoeriyyah
Pemerintahan
Limbah Domestik PO Bus Blue Star Cikarang Diduga Cemari Lingkungan
Pemerintahan
Ketua DPRD dan Ketua Komisi 1 Dapat Jatah Bulanan dari Perumda TB?
Pemerintahan
Kadispora : Kendaraan NPCI Tidak Boleh Digadai
Pemerintahan
Aa
Aa
Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Fakta Bekasi > Blog > Pemerintahan > Bupati Bekasi Jangan Salah Pilih Direksi Perumda Tirta Bhagasasi, Hindari ‘Cawe-cawe’ Mantan Dirut!

Bupati Bekasi Jangan Salah Pilih Direksi Perumda Tirta Bhagasasi, Hindari ‘Cawe-cawe’ Mantan Dirut!

admin Published 21/07/2025
Share
3 Min Read
Ilustrasi

Fakta Bekasi, CIKARANG PUSAT – Seleksi direksi dan dewan pengawas Perumda Tirta Bhagasasi sudah hampir selesai. Namun dari nama-nama calon yang lulus, diketahui beberapa nama pernah bermasalah dan memiliki kaitan kekeluargaan dengan mantan Dirut Perumda Tirta Bhagasasi, Usep Rahman Salim. Hal ini perlu menjadi penilaian bagi Bupati Bekasi untuk menunjuk direksi dan dewan pengawas yang kredibel serta tidak disusupi kepentingan pejabat terdahulu.

Berdasarkan data dari Pansel Perumda Tirta Bhagasasi, diketahui calon Direktur Umum Daud Husin sebelumnya pernah menjabat sebagai karyawan bagian tata usaha Yayasan Al-Azhar Kemang Pratama, Kota Bekasi. Daud diberhentikan diduga menggelapkan anggaran Yayasan. Calon direktur Teknik Rika Nursantika diketahui merupakan keponakan dari Usep Rahman Salim mantan Dirut Perumda Tirta Bhagasasi.

Calon dewan pengawas Asep Tatang Kurnia pernah menjabat sebagai Kabag Umum Perumda dan Ketua DKM Masjid Baiturrahman diduga mengambil dan menyalurkan dana infaq pegawai Perumda tanpa ada laporan pertanggungjawaban.

Ketua Umum LSM Kompi Ergat Bustomy Ali berpendapat, adanya calon direksi dan dewas yang bermasalah dan memiliki hubungan kekeluargaan sangat berpotensi merusak Perumda Tirta Bhagasasi, baik secara kelembagaan maupun individu. Calon-calon yang pernah bermasalah dengan penggelapan anggaran, tambah Ergat, jangan sampai menduduki posisi penting. Hal ini bisa memicu tindakan korupsi, karena anggaran perumda sangat besar.

“Kalau sampai terpilih, ini merupakan kesalahan terbesar pemilik modal. Orang yang menduduki jabatan direksi harus orang yang berintegritas, bukan orang yang bermasalah, apalagi bermasalah terkait dugaan penggelapan anggaran. Jangan sampai perumda malah memberikan ruang bagi mereka untuk menggelapkan anggaran yang lebih besar lagi,” ungkapnya.

Ergat juga menyikapi adanya keponakan mantan dirut Perumda Tirta Bhagasasi yang lulus menjadi calon direktur Teknik. Menurutnya, ada peran mantan dirut dalam proses seleksi dirtek sehingga keponakannya lulus. Cawe-cawe yang dilakukan mantan dirut, kata Ergat merupakan bentuk keserakahan untuk tetap menguasai Perusahaan milik daerah ini.

“Seperti tidak ada puasnya, setelah 20 tahun menjabat dan dilengserkan, kini cawe-cawe dengan keponakannya agar dapat duduk menjadi dirtek. Kami meyakini ada peran Usep dalam meloloskan keponakannya, tidak mungkin bisa semulus dan selancar ini proses seleksinya,” beber Ergat.

Ergat menambahkan, Perumda Tirta Bhagasasi harus maju dan berkembang pesat. Kini pemilik modal dihadapi dengan harus menunjuk calon direksi yang kredibel. Jika salah memilih, maka akan banyak problem internal dan eksternal yang akan terjadi. Bahkan saat ini, direktur usaha yang ditunjuk pemilik modal tanpa proses seleksi, sedang bermasalah dan akan diproses hukum dugaan perselingkuhan.

“Kita harap pilihan bupati sebagai pemilik modal tidak salah, jangan sampai konflik internal dan eksternal akan terjadi terus menerus karena salah pilih. Memilih direksi dan dewan pengawas bukan pakai kepentingan, tapi pakai logika dan track record calon direksi dan dewasnya,” tutupnya. (***)

You Might Also Like

Hiace NPCI Digadai, AR dan SY Saling Lempar Jawaban

Gakkum DLH Tunggu Laporan Yayasan Al Husiniyyatul Khoeriyyah

Limbah Domestik PO Bus Blue Star Cikarang Diduga Cemari Lingkungan

Ketua DPRD dan Ketua Komisi 1 Dapat Jatah Bulanan dari Perumda TB?

Kadispora : Kendaraan NPCI Tidak Boleh Digadai

admin 21/07/2025
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article PSSI Kabupaten Bekasi Hadirkan Kompetisi U-12 dan U-14 Pertama Kali
Next Article Lippo Cikarang dan Siloam Hospitals Selenggarakan Skrining Kanker Payudara  Gratis Bagi Warga Kab. Bekasi 

Paling Banyak Dibaca

Minggu Ini, Alumni GMNI Bekasi Surati KPK
Pemerintahan 07/04/2026
Alumni GMNI Bekasi Bakal Surati KPK
Pemerintahan 28/03/2026
Tertulis Dalam BAP, Diduga Dirum Perumda TB Setor Uang ke HMK
Pemerintahan 27/03/2026
Alumni GMNI Minta KPK Segera Panggil Dirum Perumda TB
Pemerintahan 30/03/2026
FBPD Sukabungah Tuding Camat Bojongmangu Diem Bae
Pemerintahan 30/03/2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Fakta Bekasi
Follow US

© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?