Fakta Bekasi, CIKARANG PUSAT- Setelah dilaporkan dugaan nepotisme terkait penerimaan pegawai baru Perumda Tirta Bhagasasi oleh Politisi Partai Hanura dan Komisi I DPRD akan segera memanggil Direksi Perumda TB, Plt. Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja berjanji akan mengevaluasi pasca audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Plt secara implisit mengatakan, bagaimana mungkin perusahaan yang sedang kesulitan keuangan malah menerima pegawai baru. Saat ini Perumda TB dalam proses audit BPK.
“Moratorium pasti adalah, biarin aja mereka (direksi) nerima pegawai, nanti juga keliatan kok pas diaudit BPK. Sekarang gimana perusahan rugi, malah nerima-nerima (pegawai),” terangnya.
Ditambahkan, dirinya sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM) akan bertindak setelah menerima hasil audit BPK. Nantinya seluruh kebijakan yang diambil memiliki dasar.
“Kalau sekarang belum ada dasar yang dijadikan landasan untuk mengambil kebijakan. Temuan-temuan yang ada, akan menjadi dasar kami untuk mengambil sikap,” ungkap Asep.
Sebelumnya, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi Ridwan Arifin menilai, ditengah informasi kerugian Perumda TB dan terjadi penerimaan pegawai baru, merupakan sebuah anomali.
Politisi partai Hanura Agus Nur Hermawan melaporkan pengaduan dugaan nepotisme yang dilakukan Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi DH, terkait penerimaan pegawai baru ke DPRD Kabupaten Bekasi. Berdasarkan nomor surat 018/HANURA/BEKASIKAB/III/2026, laporan pengaduan resmi diterima DPRD.
Pengamat Kebijakan Publik
Universitas Muhammadiyah Bekasi Karawang (UMBK), Hamludin menanggapi penerimaan puluhan pegawai baru Perumda Tirta Bhagasasi. Hamludin menilai, penerimaan pegawai baru perusahaan plat merah ini menandakan dua kemungkinan, yaitu kas keuangan perusahaan sehat atau adanya intervensi politik yang menitipkan keluarga (sanak saudara) bekerja.
Sekedar informasi, berdasarkan laporan laba rugi BUMD 31 Desember tahun 2024 dan 2023, laporan keuangan Perumda TB yang belum teraudit mencatat beban keuangan perusahaan sebesar Rp739 miliar lebih. Sementara pendapatan sebesar Rp733 miliar lebih, rugi hampir Rp6 miliar.
Mahasiswa Universitas Pelita Bangsa (UPB) Bagus Triarsa mempertanyakan penerimaan pegawai baru Perumda Tirta Bhagasasi. Bahkan diduga penerimaan pegawai baru tidak lepas dari titipan ‘orang kuat’ dan orang yang rela merogoh kantong lebih dalam agar bisa bekerja di ‘tempat basah’ ini.
Bagus juga menambahkan, penerimaan pegawai di perusahaan plat merah ini terus terjadi setiap tahunnya. Praktik penerimaan pegawai dengan cara transaksional sudah bukan lagi rahasia. Nilai nya pun cukup besar, antara Rp25-100 juta tergantung penempatan dan jenis pekerjaannya. (***)