Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Reading: Kunjungi BPN Kab. Bekasi, Dede Yusuf Soroti Urgensi Pemutakhiran RDTR
Share
Sign In
Notification
Latest News
Ketahanan Pangan hingga Kamtibmas Kondusif, Kinerja Kapolda Asep Edi Suheri Layak Dapat Penghargaan Presiden
Pemerintahan
Jababeka Bersama Transjakarta Resmikan Layanan Bus Transjabodetabek Rute Cawang–Cikarang Jababeka
Jababeka Bersama Transjakarta Resmikan Layanan Bus Transjabodetabek Rute Cawang–Cikarang Jababeka
Bisnis
Cetak Bibit Muda, PSSI Kabupaten Bekasi Resmi Gulirkan Liga U-9 Hingga U-12
Olahraga
LSM Kompi Nilai Disharmonis Perlambat Progres Kerja
Pemerintahan
Banyak Pelanggaran, Janji Direksi Dinantikan
Pemerintahan
Aa
Aa
Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Fakta Bekasi > Blog > Pemerintahan > Kunjungi BPN Kab. Bekasi, Dede Yusuf Soroti Urgensi Pemutakhiran RDTR

Kunjungi BPN Kab. Bekasi, Dede Yusuf Soroti Urgensi Pemutakhiran RDTR

admin Published 15/01/2026
Share
3 Min Read
Dede Yusuf Pimpin Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI ke Kantor Pertanahan Bekasi.

Fakta Bekasi, CIKARANG SELATAN– Komisi II DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pertanahan (Kantah) BPN Kabupaten Bekasi guna mengevaluasi pelayanan publik dan progres penataan ruang. Dalam kunjungan tersebut, Ketua Tim Komisi II DPR RI Dede Yusuf, menyoroti fenomena tingginya biaya pengurusan tanah yang kerap dikeluhkan warga akibat ketergantungan pada mediator atau calo.

Dede Yusuf mengungkapkan temuan di lapangan di mana masyarakat harus merogoh kocek hingga Rp10 juta hanya untuk mengurus lahan seluas 400 meter persegi. Angka ini sangat kontras dengan pernyataan pihak BPN yang menyebutkan bahwa biaya resmi hanya berkisar puluhan hingga ratusan ribu rupiah.

“Penyebabnya karena masyarakat biasa menggunakan jasa PPAT, mediator, atau oknum di tingkat dusun dan desa yang tentu memerlukan biaya tambahan. Masyarakat mungkin enggan karena takut repot atau tidak tahu cara mengurus sendiri,” ujar Dede Yusuf, usai kunjungan, Kamis (15/1/2026).

Politisi senior Partai Demokrat ini meminta ATR/BPN Kabupaten Bekasi untuk lebih masif mensosialisasikan kemudahan mengurus administrasi pertanahan secara mandiri. “Harus disosialisasikan bahwa mengurus sendiri itu lebih cepat dan jauh lebih murah,” tegasnya.

Dede Yusuf yang juga Wakil Ketua Komisi II ini menambahkan, Kabupaten Bekasi diakui sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan paling signifikan di Jawa Barat, mencakup sektor industri, perumahan, hingga pemakaman. Namun, pertumbuhan pesat ini menyisakan masalah tumpang tindih pendataan aset.

Dede Yusuf mengapresiasi sikap reformis Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Bekasi dalam membedah persoalan ini. Ia menyebut sengketa yang ada sering kali disebabkan oleh “peninggalan masa lalu”, di mana metode pengukuran tanah belum seakurat sekarang.

“Dulu pengukuran mungkin hanya tradisional atau dilakukan di atas meja. Sekarang rehabilitasi data dilakukan dengan teknologi drone dan satelit. Aturan baru seperti Undang-Undang harus mampu mengembalikan akurasi data sesuai zaman sekarang,” tambahnya.

PR Besar Tata Ruang (RDTR)

Selain masalah sertifikasi, Komisi II DPR RI juga menyoroti potensi pelanggaran Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) akibat masifnya pembangunan industri dan perumahan. Berdasarkan data yang diterima, dari 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi, baru 4 kecamatan yang memiliki RDTR.

Kondisi ini dianggap sebagai pekerjaan rumah (PR) besar bagi BPN maupun Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi. Tanpa kejelasan zona lahan, pembangunan di wilayah tersebut berisiko menyalahi aturan tata ruang yang berlaku. (***)

You Might Also Like

Ketahanan Pangan hingga Kamtibmas Kondusif, Kinerja Kapolda Asep Edi Suheri Layak Dapat Penghargaan Presiden

LSM Kompi Nilai Disharmonis Perlambat Progres Kerja

Banyak Pelanggaran, Janji Direksi Dinantikan

Disbudpora Kab. Bekasi Terima Kunjungan Pansus XII DPRD Jabar, Bahas Raperda Pemajuan Kebudayaan

Family Gathering PT Andika Energindo: Semangat Baru Menuju 2026

admin 15/01/2026
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Datangi Polres Metro Bekasi, Keluarga Korban Desak Penuntasan Kasus Oknum DPRD Inisial NY
Next Article Menteri Nusron Laporkan Progres Revisi RTR Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ke Komisi II DPR RI

Paling Banyak Dibaca

Pengangkatan Sumpah MPPP dan MPPW, Dirjen PHPT Kementerian ATR/BPN: Peran PPAT Krusial untuk Kualitas Layanan Pertanahan
Olahraga 20/01/2026
Menteri Nusron Tegaskan Kehadiran Negara Lindungi Hak Atas Tanah bagi Masyarakat Terdampak Bencana
Pemerintahan 20/01/2026
Pastikan Ketersediaan Lahan dan Kepastian Hukum Kawasan Swasembada Pangan di Papua Selatan, Menteri Nusron Ungkap Telah Terbitkan Hak Seluas 328 Ribu Hektare
Pemerintahan 20/01/2026
Meikarta Terus Bertumbuh, Serah Terima Unit Konsisten Dorong Kepercayaan Penghuni dan Investor
Bisnis 27/01/2026
Sinkronisasi Program Kegiatan Tahun 2027, Sekjen ATR/BPN Tekankan Konsistensi Pusat dan Daerah
Pemerintahan 20/01/2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Fakta Bekasi
Follow US

© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?