Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Reading: Belajar di Gor, Siswa SDN 01 Cicau Gagal Fokus
Share
Sign In
Notification
Latest News
Raker MUI, Nusron Wahid Tekankan Keseimbangan Sistem Penanggulangan Bencana
Pemerintahan
Beri Kuliah Umum di UNWAHAS, Menteri Nusron Ingin Ciptakan Restrukturisasi Distribusi Tanah
Pemerintahan
Tak Serumit yang Dibayangkan, Warga Buktikan Urus Sertipikat Tanah Sendiri Lebih Mudah
Pemerintahan
Cerita Warga Semarang Mengurus Roya Hanya Lima Menit Jadi
Pemerintahan
Percepatan Pembangunan Infrastruktur Pantura Jawa Terpadu, Wamen Ossy Tegaskan Tiga Dukungan Utama Kementerian ATR/BPN
Pemerintahan
Aa
Aa
Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Fakta Bekasi > Blog > Pendidikan > Belajar di Gor, Siswa SDN 01 Cicau Gagal Fokus

Belajar di Gor, Siswa SDN 01 Cicau Gagal Fokus

admin Published 06/02/2019
Share
3 Min Read
Terlihat para siswa kelas 4 dan 5 SDN 01 Cicau memulai Kegiatan Belajar Mengajar di gor Desa Cicau.

Fakta Bekasi, CIKARANG PUSAT–Pasca ambruknya atap bangunan SDN 01 Cicau, Kecamatan Cikarang Pusat, 120 siswa kelas 4 dan 5 memulai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di gor Desa Cicau. Para siswa dari empat rombongan belajar (rombel) ini gagal fokus, sebab suasana gor begitu panas dan menimbulkan efek gema suara. Akibatnya, siswa tidak mampu menyerap ilmu yang disampaikan.

Saat siswa kelas 5 fokus mendengarkan penjelasan dari guru, sementara siswa kelas 4 sedang dalam pelajaran yang membutuhkan interaksi, menyebabkan ruangan terdengar ramai dan antar siswa saling melihat.

Baca juga: Atap Bangunan SDN 01 Cicau Ambruk, Kemana Dinas Pendidikan?

Wali kelas 4, Mamah Hotimah menjelaskan, belajar di gor dan deprok di lantai sudah pasti membuat siswa tidak fokus belajar. Bahkan Mamah harus mengeluarkan suara lebih tinggi agar terdengar muridnya. Sebab suara gema di dalam gor mengganggu interaksi guru dan murid.

“Di sini bergema dan suaranya harus lebih keras. Tapi tetap saja karena kelas yang lain juga berisik. Mau gak mau harus sabar menerangkan ke siswa. Saya pun mengajak siswa untuk duduk lebih dekat dan berkelompok,” jelasnya, Rabu (6/2/2019).

Sementara itu, Kepala sekolah SDN 01 Cicau Endah Sulyana mengungkapkan, tidak ada tempat lain sebagai pengganti ruang kelas yang atapnya ambruk. Karena sebelumnya, kantor guru sudah digunakan sebagai ruang belajar. Lokasi terdekat untuk belajar yakni gor desa Cicau.

“Berdasarkan hasil rapat dengan guru dan orangtua murid, disepakati gor desa Cicau digunakan untuk KBM. Yaa memang itu yang paling mungkin kami lakukan, tidak ada tempat lain apalagi menumpang di sekolah lain,” terang Endah.

Ditambahkan, pihak sekolah sadar betul dengan kejadian atap bangunan yang ambruk, maka KBM akan mengalami gangguan. Para siswa tidak akan maksimal menyerap ilmu pendidikan, dan guru pun kesulitan menyampaikan materi.

“Serba salah, dan ini terpaksa kami lalukan sampai ada solusi yang lain. Sejauh ini hanya ini yang bisa kita lakukan. Tadinya ingin membuat tenda di halaman sekolah, tapi rasanya gak mungkin karena tidak etis dan tidak enak dipandang. Cuaca juga tidak mendukung,” katanya.

Meski hanya satu ruangan yang atapnya ambruk, Endah menutup semua ruangan yang terdiri dari empat ruangan. Hal ini dilakukan untuk menghindari insiden, karena atap bangunan di ruang kelas lainnya juga sudah keropos.

“Kami pagari agar tidak ada siswa yang memasuki ruangan. Kami tutup semua, karena kami khawatir atap lain di bangunan yang ikutan ambruk. Kami juga belum menerima jawaban dari Dinas Pendidikan, sejauh ini juga belum ada kunjungan dari Dinas Pendidikan meski sudah dilaporkan. Kami berusaha agar KBM terus berjalan bagaimana pun caranya, meski dalam rapat Musrenbang 2020, sekolah kami menjadi prioritas. Tapi itu kan tahun depan, sementara tahun ini kami tidak mendapat anggaran,” pungkasnya. (mot)

You Might Also Like

OIBO 2026, Tim Olimpiade Biologi Indonesia Raih 2 Emas, 4 Perak, dan 1 Perunggu

SDN 02 Waluya Wajibkan Siswa Berenang, Ortu Siswa Mengeluh

Orang Tua Korban Pengroyokan SMKN 1 Cikbar Minta Polisi Bertindak Tegas

Disbudpora Kabupaten Bekasi Buka 125 Kuota Beasiswa BANPIN, Khusus Pelajar Berprestasi

SMPN 4 Babelan Juara 2 Lomba Pantonim di  FLS2N Jenjang SMP Tingkat Kab. Bekasi

admin 06/02/2019
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Jalan Penghubung Muaragembong – Jakarta Bakal Dibangun
Next Article Kebut Pembebasan Lahan LRT, Sejumlah Bidang di Jatimulya di Verifikasi Ulang

Paling Banyak Dibaca

Ngeyel, SDN 02 Waluya Masih Wajibkan Siswa Berenang
Pemerintahan 22/05/2026
Bikin Bangga! Dua Pemain Muda Kab. Bekasi Tembus Timnas Pelajar U-15 untuk Berlaga di Malaysia
Olahraga 28/05/2026
Dari Penjualan Impresif ke Serah Terima, Jababeka Bizpark Perkuat Ekosistem Bisnis
Bisnis 01/05/2026
PAPURINSI Perkenalkan Platform Digital Penguatan Ekosistem Industri Bekasi
Pemerintahan 03/05/2026
PSSI Kab. Bekasi Kick-Off Liga Jabar Istimewa U-10 di Stadion Mini Cikarang
Olahraga 02/05/2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Fakta Bekasi
Follow US

© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?