Cikarang Pusat, FAKTA BEKASI – Anggaran hibah untuk olahraga sampai saat ini belum diberikan Pemkab Bekasi. Hal ini berdampak pada keterlambatan proses pembinaan dan menghambat program latihan untuk persiapan Porprov XIV tahun 2026 di seluruh cabang olahraga. Para atlet, pelatih dan pengurus cabang olahraga mengeluh sudah tidak ada uang saku dan biaya pembinaan yang diberikan untuk keberlanjutan program latihan jelang Porprov.
Pengamat Kebijakan Publik
Universitas Muhammadiyah Bekasi Karawang (UMBK) Hamluddin menjelaskan, dampak yang terjadi akibat lambatnya pencairan dana hibah untuk olahraga sangat besar dan masif. Sebab untuk berprestasi dan mendapat hasil maksimal tidak instan. Seluruh program pembinaan dan latihan sudah disusun dan jika meleset pasti berpengaruh pada hasil.
“Harapan atlet berprestasi tidak akan tercapai jika sarana penunjang termasuk dana pembinaan tidak disalurkan tepat waktu, karena itu berpengaruh terhadap jalannya program, operasional latihan, hingga berpengaruh terhadap semangat atlet,” paparnya.
Ditambahkan, keterlambatan pencairan dana hibah olahraga berkaitan juga soal goodwill (komitmen) pimpinan. Jika tidak punya kewenangan penuh, Hamluddin menilai agak sulit merealisasikan program yang baik. Status pelaksana tugas (Plt) memang berpengaruh, tapi tidak dominan.
“Yang penting itu kemauan dan komitmen yang bagus. Kalau kemauannya kuat untuk melahirkan atlet berprestasi, dia akan cari jalan untuk memperoleh anggaran yang sah, tapi kalau kemauan kurang, ya cenderung normatif saja. Paling bahasanya, ya kita tunggu anggaran ya,” katanya.
Padahal, terang Hamluddin, setiap kepala daerah pasti punya akses untuk mendorong legalitas anggaran pada program yang sudah terencana dari tahun tahun sebelumnya.
“Buka akses aja ke pusat (kalau belum ada). Harusnya sih udah punya akses (ke pusat), agar membantu Plt bupati menemukan formasi anggaran yang legal dan tidak memiliki resiko hukum,” pungkasnya.
Sekretaris KONI Kabupaten Bekasi Batong Sulaeman menjelaskan bahwa hibah KONI tahun 2026 sebesar Rp5 miliar. Keterlambatan pencairan dana hibah sangat berdampak pada program pembinaan dan latihan. Dirinya berharap, hibah segera dicairkan agar persiapan Porprov tidak terkendala.
“Hibah KONI tahun ini Rp5 miliar, nilai tersebut masih sangat kurang untuk persiapan Porprov, tapi kami berusaha memaksimalkan agar program latihan tidak berhenti,” ungkapnya. (***)