Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Reading: Pembangunan Kawasan Industri Baru di Cikarang Timur Berujung Penolakan Sejumlah Pihak
Share
Sign In
Notification
Latest News
Serahkan Ganti Kerugian Tol Cibitung – Cilincing, Kepala Kantor Pertanahan Kab. Bekasi Pastikan Hak Warga Tersalurkan Dengan Aman
Pemerintahan
Target Hattrick Kab Bekasi Juara Umum Porprov Bakal Gagal?
Olahraga Pemerintahan
Alumni GMNI Bekasi Minta KPK Panggil DH Sebelum Berangkat Haji
Pemerintahan
Dana Hibah Olahraga Belum Cair, Kok Bisa?
Olahraga
Hiace NPCI Digadai, AR dan SY Saling Lempar Jawaban
Pemerintahan
Aa
Aa
Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Fakta Bekasi > Blog > Pemerintahan > Pembangunan Kawasan Industri Baru di Cikarang Timur Berujung Penolakan Sejumlah Pihak

Pembangunan Kawasan Industri Baru di Cikarang Timur Berujung Penolakan Sejumlah Pihak

admin Published 05/12/2019
Share
4 Min Read
Sepanduk penolakan pembangunan kawasan industri baru di Cikarang Timur. FOTO: Istimewa/ Fakta Bekasi.

Fakta Bekasi, CIKARANG TIMUR–Jaringan Masyarakat Peduli Demokrasi (JMPD) Kabupaten Bekasi menolak akan dibangunnya kawasan industry baru di wilayah Desa Karang Sari, Kecamatan Cikarang Timur.

Belum ada kesepakatan yang dibangun antara pengembang dengan masyarakat untuk penyerapan tenaga kerja lokal. Masyarakat menolak akan dibangunnya kawasan industry baru di wilayah Desa Karang Sari, Kecamatan Cikarang Timur.

“Jadi kami sebagai warga Cikarang Timur menolak adanya pembangunan kawasan industry baru di wilayah kami karena tidak memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja lokal,” tegas Ketua Jaringan Masyarakat Peduli Demokrasi (JMPD) Kabupaten Bekasi, Zuli Zuklifli, Rabu (4/12/2019).

Mantan Ketua Forum BPD itu mengatakan, sampai saat ini belum terbangun komunikasi dari pihak pengembang ke masyarakat sekitar untuk penyerapan tenaga kerja lokal. Padahal, saat ini penyerapan tenaga kerja lokal belum maksimal oleh kawasan industry.

“Nah, sekarang ada rencana pembangunan kawasan industry baru, kami meminta sebagai warga agar ada penyerapan tenaga kerja lokal. Jangan sampai kawasan industry dibangun sementara warga lokal hanya menjadi penonton saja, kami tidak mau seperti itu,” tegasnya.

Terpisah, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Budiyanto mengatakan, seiring pembangunan kawasan industri berjalan akan berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.

“Dari proses awal, kita masyarakat jangan menghambat karena proses itu (tuntutan) bisa dijalanan, tetapi warning sudah dijalankan dan kita punya regualasi UU ketenagkaerjaan baru dimana menekankan porsi  terukur untuk tenaga kerja lokal,” jelas dia.

Sekjen Asosiasi Pengusaha Limbah Industri Indonesia (Aspeindo) itu juga berharap, dengan adanya tuntutan warga jangan sampai menghambat proses awal pembangunan kawasan industri baru itu. “Jadi jangan sampai investor itu terganggu, itu sangat penting,” katanya.

Sementara itu, Ketua Forum HRD Kawasan Industri Ejip, Yosminaldi memberikan saran adanya penolakan warga soal pembangunan kawasan industri baru di Cikarang Timur. Menurutnya, pengembang kawasan bisa membangun komunikasi dari awal soal tuntutan warga lokal agar pembangunan bisa berjalan dengan lancar.

“Terkait penyerapan tenaga kerja lokal, biasanya pengelola kawasan industry mengutamakan tenaga kerja lokal karena banyak keuntungan,” kata Yosminaldi saat dihubungi awak media.

Ketua Asosiasi Pratisi Human Resouce Indonesia (Asphri) itu menyebutkan beberapa keuntungan mempekerjakan tenaga kerja lokal seperti dapat menekan biaya transportasi. Selain itu juga, bisa membuat karyawannya masuk kerja tepat waktu dan keamanan perusahaan lebih terjamin.

“Dikarenakan banyak pekerjanya warga sekitar yang lebih memiliki sense of belonging,” ujarnya.

Meski  begitu, Yos-begitu sapaan akrabnya-para pekerja lokal tidak perlu kawatir. Sepanjang warga lokal meningkatkan kompetensi dan tingkat pendidikan sesuai kebutuhan dunia industry, penyerapan tenaga kerja lokal bisa berjalan maksimal.

Meski begitu, dia juga menilai jika ada penolakan warga akan pembangunan kawasan industry sangat disayangkan sekali. Dengan banyaknya kawasan industri disuatu wilayah, justru memberikan banyak peluang peningkatan ekonomi dan kesejahteraan warga sekitar.

“Tidak saja peluang bekerja, tapi juga transportasi, kuliner, tempat tinggal karyawan, CSR dan lainnya,” tandasnya.

Dari informasi yang dapatkan, akan dibangun kawasan industry baru diatas lahan seluas 66 hektar di desa Karang Sari, Kecamatan Cikarang Timur. (FB)

You Might Also Like

Serahkan Ganti Kerugian Tol Cibitung – Cilincing, Kepala Kantor Pertanahan Kab. Bekasi Pastikan Hak Warga Tersalurkan Dengan Aman

Target Hattrick Kab Bekasi Juara Umum Porprov Bakal Gagal?

Alumni GMNI Bekasi Minta KPK Panggil DH Sebelum Berangkat Haji

Hiace NPCI Digadai, AR dan SY Saling Lempar Jawaban

Gakkum DLH Tunggu Laporan Yayasan Al Husiniyyatul Khoeriyyah

admin 05/12/2019
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Usai Penyuluhan, Satnarkoba Polres Metro Bekasi Bekuk Pengedar Narkoba
Next Article Pemkab Bekasi Selenggarakan Workshop Hasil Kajian Dampak Investasi Industri

Paling Banyak Dibaca

Minggu Ini, Alumni GMNI Bekasi Surati KPK
Pemerintahan 07/04/2026
Alumni GMNI Minta KPK Segera Panggil Dirum Perumda TB
Pemerintahan 30/03/2026
Alumni GMNI Bekasi Minta KPK Panggil DH Sebelum Berangkat Haji
Pemerintahan 28/04/2026
FBPD Sukabungah Tuding Camat Bojongmangu Diem Bae
Pemerintahan 30/03/2026
Kepala BPN Kab. Bekasi Siap Mendukung Pembangunan Rusun Bersubsidi untuk Masyarakat
Pemerintahan 01/04/2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Fakta Bekasi
Follow US

© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?