Minggu , 15 September 2019

Tiga Pilar Kota Bekasi Gelar Deklarasi Anti Hoax dan Radikalisme Zona 1

Facebooktwittergoogle_plusmail

Fakta Bekasi, KOTA BEKASI–Deklarasi Anti Hoax dan Radikalisme di Zona 1 meliputi wilayah Kecamatan Jatiasih, Bekasi Selatan dan Bekasi Barat, acara digelar di Pendopo Kecamatan Jatiasih dan mengusung tema ‘Hoax Musuh Negara, Hoax Menghancurkan Bangsa’.

Hadir, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi bersama Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto, Dandim 0507 Bekasi, Letkol Arm Abdi Irawan, juga mengundang para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ikut serta dalam pemberantasan berita berita Hoax di wilayah.

Deklarasi ini salah satu bentuk kerja sama dan koordinasi dari Pemerintah Kota Bekasi dengan Polres Metro Bekasi dan Kodim 0507 Bekasi, bertujuan dalam penyelenggaraan mengantisipasi berita berita yang bisa menimbulkan simpang siur ataupun yang menghasilkan berita yang negatif yang diterima oleh masyarakat, maka dari itu langkah nyata dibuat dari tingkat wilayah.

Deklarasi dibacakan dan dibawakan oleh ketua DMI Kecamatan Jatiasih, KH. DR. Syafei Kamil yang dilanjutkan penandatanganan deklarasi anti hoax oleh camat dari Zona 1 tersebut, juga di tandatangani oleh Kapolsek, Danramil, DMI kecamatan, MUI kecamatan, serta para lintas agama dsri tiap wilayah ikut membubuhkan tanda tangan untuk deklarasi tersebut.

Dalam sambutannya, KH. DR. Syafei Kamil selaku Ketua MUI Kecamatan Jatiasih menyampaikan bahwa Deklarasi ini telah direncanakan lama oleh Wali Kota Bekasi pada saat di Islamic Center, ucap syukur kini sudah ditingkatkan di tiap tiap zona wilayah, agar tidak adanya permusuhan dari segi manapun, dan bisa menyaring berita berita negatif yang bisa masuk terserap ke mayarakat awam.

“Kita tegaskan, bahwa deklarasi ini kita harus tetap bersatu!,” tegas Ketua MUI Kecamatan Jatiasih, Senin (21/1/2019).

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombespol Indarto mengatakan acara ini sangat penting termasuk di substansinya yang sangat penting, bukan hanya sekedar melaksanakan kegiatan biasa.

“Temanya saja bisa kita lihat, kita mendeklarasikan yang artinya menyatakan niat kita dan hati kita ada 2 hal, yang pertama kita semua tidak suka sama hoax dan kita berperang terhadap hoax, dan yang kedua kita pada hari ini kita yakinkan dan kita pastikan bahwa masjid-masjid yang ada dikota bekasi menjadi masjid kedamaian, menjadi pemersatu umat, penangkal kebencian dan pembangun akhlak umat islam, itu merupakan substansi yang sebenarnya. Hoak itu berita bohong, yang dapat merusak perdamaian, merusak persatuan dan kesatuan,” ujar Indarto.

Arahan dari Dandim 0507 Bekasi, Letkol Arm. Abdi.Irawan mengimbau jangan pernah percaya terhadap hoax, shearing saja untuk masyarakat mengenai keresahan warga, bisa langsung disampaikan ke nomor telepon Dandim langsung, jangan pernah resah bisa kita serap dan diinfokan mana berita yang hoax ataupun bukan hoax, mari warga kita harus pintar dalam menyikapi hoax dan radikalisme.

Wali Kota Bekasi mengakhiri sambutan, berpesan kepada warga masayarakat Kota Bekasi begitu pentingnya saring berita hoax agar tidak menjadikan pemicu permasalahan antar warga, harus cerdas dalam mengantisipasi berita hoax, jangan langsung telan harus lebih dicerna lagi dalam penanggapannya. Untuk radikalisme, peran penting dari Forkopinda dan 3 pilar wilayah harus benar benar memberikan sosialisasi terhadap warga, bagaimana pun kita adalah pelayan masyarakat. (ADV)

Facebooktwittergoogle_plusmail