Selasa , 20 Agustus 2019
Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi jenguk bayi kembar siam warga Bintara Jaya IV, Kecamatan Bekasi Barat. FOTO: Istimewa/Humas Pemkot Bekasi.

Wali Kota Bekasi Jenguk Bayi Kembar Siam 

Facebooktwittergoogle_plusmail

Fakta Bekasi, KOTA BEKASI –Mendapatkan kabar dari Media Sosial (Medsos) Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi langsung menuju ke kediaman Romi Darma Rachim dan Ika Mutiya Sari di gang pojok Bintara Jaya IV, Kecamatan Bekasi Barat.

Bayi yang diberi nama Ahmad Rahman Al Ayyubi dan Ahmad Rohim Al Ayyubi tersebut terlahir dengan bagian tubuh yang menyatu, Bayi kembar siam ini dilahirkan secara Caesar di RSAB Harapan Kita dan akan diproses secara medis dengan menggunakan Kartu Sehat Berbasis NIK Kota Bekasi sampai dengan selesai.

Usia sang bayi yang kini berusia 10 bulan juga nampak sehat dan terlihat aktif keduanya saat di gendong Wali Kota Bekasi ,akan tetapi harus tetap menjalani bedah dalam waktu dekat ini, Wali Kota menegaskan kepada Direktur RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid untuk mengawal sampai dengan selesai prosesnya.

“Kita sudah buatkan KS yang ada nama bayi nya, sebelum nya masih berdua lalu diperbaharui Kartu Keluarganya sehingga kedua anak tersebut masuk ke KS NIK,” kata salah satu warga Bintara Jaya, Ibu Sammah.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Bintara Jaya dr. Djoni Timbul.P menuturkan bahwa kondisi bayi kembar siam dalam keadaan baik dan sehat sehingga siap untuk menjalani operasi pemisahan. “Kondisi keduanya (Ahmad Rahman Al Ayyubi dan Ahmad Rohim Al Ayyubi) dalam keadaan baik dan siap untuk menjalani operasi,” kata dia.

Sebelumnya, mendapatkan informasikan bahwa RSAB Harapan Kita siap melakukan operasi, namun biaya yang sangat besar membuat keluarga Romi kebingungan, kadatangan Wali Kota Bekasi memastikan warganya yang membutuhkan untuk memakai KS NIK dalam operasi pemisahan tersebut.

Ika selaku ibu dari kedua anak tersebut menceritakan biayanya sekitar 1 Miliar, oleh karena itu Pemkot menyarankan memakai KS menurut ibu kader yang sudah langsung berkoordinasi dengan tingkat kota, serta mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran Wali Kota untuk memastikan penggunaan Kartu Sehat.

“Saya sangat berterima kasih atas bantuan pak walikota melalui KS, sebenarnya semenjak cek kehamilan saya gunakan KS, dan rencananya operasi pemisahan nanti menggunakan KS jg,” ungkap Romi, ayahnya.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi menyampaikan bahwa warga yang membutuhkan harus dan berhak mendapatkan pertolongan dari Pemerintah Kota Bekasi, program Kartu Sehat ini akan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menginformasikan bahwa Kartu Sehat Berbasis NIK walau di tanggal kartunya ada tertera masa aktifnya, misalkan habis pada tahun 2017, akan tetapi kartu tersebut bisa terpakai sampai masa kepemimpinan Rahmat Effendi selaku Wali Kota Bekasi. (adv) 

Facebooktwittergoogle_plusmail