Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Reading: ASPHRI: Persoalan UMK dan UMSK Jangan Sampai Investasi Terganggu
Share
Sign In
Notification
Latest News
KAMMI Gelar Forum Pemuda Muslim Internasional di DPR RI, Perkuat Kolaborasi dan Suarakan Solidaritas untuk Palestina
Pemerintahan
H. Hamun Sutisna Apresiasi Dukungan Kapolres Metro Bekasi di Liga Jabar Istimewa Zona Purwasukasi
Olahraga
Sikapi Dinamika Nasional, PP Hima Persis Keluarkan Pernyataan Resmi
Pemerintahan
Bangun Kolaborasi dengan Dunia Industri, KNPI Kab. Bekasi Kunjungi PT Wuling Motors
Pemerintahan
PP KAMMI Kecam Kenaikan Harga Pertamax, Berpotensi Memicu Inflasi dan Menambah Beban Hidup Rakyat
Pemerintahan
Aa
Aa
Fakta Bekasi
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Search
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Hukum
  • Bisnis
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Advertise
© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.
Fakta Bekasi > Blog > Bisnis > ASPHRI: Persoalan UMK dan UMSK Jangan Sampai Investasi Terganggu

ASPHRI: Persoalan UMK dan UMSK Jangan Sampai Investasi Terganggu

admin Published 08/03/2018
Share
4 Min Read

faktabekasi.com, CIKARANG SELATAN  – Buruh dan pengusaha harusnya saling memahami dalam memandang persoalan kenaikan upah. Buruh diminta mengerti tentang kondisi perekonomian saat ini. Di sisi lain, pengusaha pun harus terbuka mengemukakan kondisi perusahaan kepada para karyawannya.

“Jangan sampai persoalan UMK dan UMSK ini terus berlangsung dan berlarut-larut, hingga akhirnya investasi terganggu dan berimbas pada perekonomian,” kata Ketua Asosiasi Praktisi Human Resource Indonesia (ASPHRI), Yosminaldi saat ditemui di acara Seminar Nasional Human Resource Indonesia di Hotel Sahid Lippo Cikarang, Kamis (08/03).

Dalam seminar yang dihadiri ratusan praktisi human resource di berbagai perusahaan, Yosminaldi mengatakan, ancaman upah terhadap investasi ini semakin nyata. “Di Myanmar kemudian di Kamboja itu mereka sudah banyak membangun kawasan industri, sama seperti di sini. Mereka siap menampung para investor dengan iming-iming biaya operasional dan sumber daya manusia yang relatif murah. Jangan sampai investor kita pada pindah ke sana,” kata dia.

Menurut Yosminaldi, buruh harusnya memahami kondisi perekonomian saat ini di mana negara tengah gencar menarik para investor. Jangan sampai karena nilai upah yang tinggi, investor gagal menanamkan modalnya.

“Maksud saya, jangan sampai minta upah mahal tapi ujung-ujungnya pabrik pada tutup. Saya mendukung penerapan Peraturan Pemerintah nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan. Dengan adanya itu, ada acuan perusahaan menaikkan upah. Kemarin kenaikkan upah 8,7 persen saya kira cukup karena memang inflasi pun hanya sekitar 3,4 persen,” ucap dia.

Kendati demikian, persoalan upah ini wajib direspon pihak perusahaan dengan keterbukaan. Manajemen harus terbuka kepada para karyawan terkait kondisi perusahaan. Karena bagaimana pun, karyawan merupakan aset perusahaan.

“Jadi meski upah tidak naik signifikan, tapi ada insentif-insentif lain yang diterima karyawan. Misalnya saat perusahaan sedang untung besar, karyawan harus ikut menikmatinya dengan bentuk bonus. Jika biasanya bonus cuma sekali, naik menjadi dua atau tiga kali. Atau karyawan diberangkatkan umrah atau sebagainya,” kata dia.

Yosminaldi mengatakan, hal tersebut kerap dilupakan perusahaan hingga akhirnya muncul desakan kenaikan upah. “Saya mengerti perusahaan memiliki kepentingan untuk dirinya, tapi karyawan pun bagian dari perusahaan. Jika telah terjadi keterbukaan, saya meyakini buruh atau karyawan akan paham dan perusahaan pun paham apa yang dibutuhkan perusahaannya,” ucap dia.

Hal yang diutarakan tersebut, kata Yosminaldi, sesuai dengan tugasnya. Meski berstatus sebagai perusahaan, kata dia, seorang human resource harus berada di antara perusahaan dan karyawan.

“Maka selalu saya sampaikan bahwa seorang human resource bukan sekedar mengurus karyawan, mengurus cutinya atau mengurus gajinya, tapi berada sebagai penengah antara perusahaan dan karyawan. Seorang human resource membela dunia usaha bukan membela pengusahanya. Human reousrce bukan di pihak karyawan atau pengusaha, tapi di pihak aturan. Maka kenapa PP 78 didukung karena memang aturannya, namun jalan penengah antara pengusaha dan karyawan itu,” kata dia.

Untuk menjawab persoalan upah minimum ini, lanjut dia, ASPHRI telah mengajukan diri sebagai bagian dari perumus upah, di antara buruh, pengusaha dan pemerintah. “Kalau sekarang itu kan tripartit, ada pemerintah, pengusaha dan buruh, maka kami ajukan HRD sebagai terlibat di dalamnya. Karena HRD ini yang paling tahu kondisinya,” ucap dia.

Sejumlah pembicara hadir turut mengisi seminar nasional yang digelar rutin setiap tahun ini, di antaranya pakar manajemen sumber daya manusia Yunus Triyonggo, Dekan Psikologi Universitas Mercu Buana Muhammad Iqbal serta praktisi human resource PM Susbandono. Selain soal upah, seminar nasional ini pun membahas dunia teknologi digital yang makin berkembang. (fb)

You Might Also Like

KAMMI Gelar Forum Pemuda Muslim Internasional di DPR RI, Perkuat Kolaborasi dan Suarakan Solidaritas untuk Palestina

Sikapi Dinamika Nasional, PP Hima Persis Keluarkan Pernyataan Resmi

Bangun Kolaborasi dengan Dunia Industri, KNPI Kab. Bekasi Kunjungi PT Wuling Motors

PP KAMMI Kecam Kenaikan Harga Pertamax, Berpotensi Memicu Inflasi dan Menambah Beban Hidup Rakyat

FKHR EJIP, Manajemen EJIP dan LPM Mitra Industri Sukaresmi Sepakati Empat Program Prioritas Pemberdayaan Masyarakat

admin 08/03/2018
Share this Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Previous Article Bupati Bekasi Coffee Morning dengan Insan Pers
Next Article ULP Mendukung Tercapainya Proses Pengadaan Berkualitas

Paling Banyak Dibaca

Ngeyel, SDN 02 Waluya Masih Wajibkan Siswa Berenang
Pemerintahan 22/05/2026
Bikin Bangga! Dua Pemain Muda Kab. Bekasi Tembus Timnas Pelajar U-15 untuk Berlaga di Malaysia
Olahraga 28/05/2026
SDN 02 Waluya Wajibkan Siswa Berenang, Ortu Siswa Mengeluh
Pendidikan 18/05/2026
OIBO 2026, Tim Olimpiade Biologi Indonesia Raih 2 Emas, 4 Perak, dan 1 Perunggu
Pendidikan 22/05/2026
Peringati Idul Adha 1447 H, DPD Golkar Kab. Bekasi Tebar Daging Kurban ke Masyarakat dan Pengurus
Politik 28/05/2026
- Advertisement -
Ad imageAd image
- Advertisement -
Ad image
- Advertisement -
Ad image
Fakta Bekasi
Follow US

© 2024 Fakta Bekasi Media. All Rights Reserved.

Removed from reading list

Undo
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?