Jumat , 4 Desember 2020
Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Anden.

Diskominfo Santik Jangan Ganggu Pelayanan ULP

Facebooktwittergoogle_plusmail

Fakta Bekasi, CIKARANG PUSAT– Terkait pengadaan server ULP yang tidak sesuai spesifikasi ajuan ULP, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi Anden angkat bicara. Menurutnya, pelayanan ULP tidak boleh sampai terganggu karena database bermasalah yang disebabkan server ULP yang tidak sesuai spek.

“Harusnya pengajuan server ULP yang direkomendasikan ULP ke Diskominfo Santik jangan dirubah. Karena jangan sampai pelayanan terganggu,” ungkap Anden.

Ditambahkan, jika pelayanan ULP terganggu maka berdampak pada proses pembangunan Kabupaten Bekasi. Dalam waktu dekat, Komisi I akan mengundang ULP untuk meminta penjelasan terkait hal ini.

Baca juga: Pengadaan Server ULP Tidak Sesuai Spesifikasi

“Kami akan minta ke Ketua Komisi I untuk mengundang ULP membahas masalah ini. Kami tidak ingin pelayanan terganggu karena pengadaan server yang tidak sesuai dengan pengajuan ULP,” terangnya.

Sebelumnya, Pengadaan server Unit Layanan Pengadaan (ULP) pada anggaran belanja tambahan tahun 2019 diduga menyalahi spek. Sebab, pengadaan server yang dilakukan Diskominfo Santik menggunakan spek lain dan dibeli secara satuan. Ditambah, pusat data server ULP yang harusnya berada di gedung Diskominfo Santik, kini terpusat di data center Batam yang sebelumnya hanya untuk memback up data.

Pengadaan server ULP yang menelan anggaran Rp4,1 miliar lebih ini seharusnya menggunakan spek Oracle yang mampu menunjang database ULP. Tapi server yang dibeli menggunakan spek Dell. Dampaknya, pada awal Februari hingga april 2019 lalu, database ULP sempat mengalami crash untuk singkron database penyedia sehingga tidak dapat dioperasikan. Dan penggunaan server dengan sistem virtual membuat pengoperasian Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) tidak berjalan dengan baik. Biaya konfigurasi pun diduga di mark up mencapai Rp100 juta, padahal biaya konfigurasi hanya kisaran Rp15juta-25juta.

Dalam jumlah anggaran tersebut, pusat data server ULP seharusnya disediakan di gedung Diskominfo Santik yang sebelumnya sudah ditarik dari data center Jakarta IDC. Namun berdasarkan IP Adress server, diketahui data server ULP tersimpan di data center Batam. Padahal sebelumnya, data center Batam hanya untuk memback up data. Kini pusat data server dan data back up ULP berada di Batam. (FB)

Facebooktwittergoogle_plusmail