Cikarang Utara, Fakta Bekasi – Alumni GMNI Bekasi Bambang Hariyanto meminta KPK untuk segera memanggil Direktur Umum (Dirum) Perumda Tirta Bhagasasi sebelum berangkat haji. Bambang beranggapan, hal ini agar memperjelas peran DH terkait dugaan aliran dana ke tersangka kasus suap ijon proyek HMK melalui perantara EY yang bekerja bersama JS.
“Biar ibadah hajinya fokus dan tidak memikirkan persoalan duniawi, kami minta KPK segera panggil DH. Ini juga supaya DH tenang dalam beribadah, jangan sampai gak fokus ibadah,” terangnya.
Menurut Bambang, pemanggilan DH akan menjadi poin penting bagi penyidik untuk mengembangkan kasus ini. Para direksi dan dewan pengawas diduga menyetorkan sejumlah uang ke tersangka HMK agar diangkat menjadi petinggi di perusahaan air minum milik pemerintah ini.
“Kasian kalau lagi ibadah haji pikirannya kemana-mana, makanya kami minta segera panggil biar perkaranya jelas. Baru menjabat saja udah bisa langsung pergi haji, apalagi kalau sudah nanti tahunan menjabat, bisa tiap tahun pergi haji,” katanya.
Sebelumnya, berdasarkan data dan informasi yang sudah dikumpulkan, tertulis nama DH dalam BAP dewan pengawas Perumda TB RR. KPK harus mengusut dugaan suap aliran dana direksi Perumda TB ke tersangka kasus suap ijon proyek HMK.
Dugaan aliran dana DH ke tersangka HMK harus didalami KPK. GMNI juga mendesak agar lembaga anti rasuah ini berlanjut ke pemeriksaan DH, untuk memberikan kepastian hukum kedepannya. (***)